Jatitujuh (KEMENAG) — Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus kreativitas dalam memanfaatkan sampah ditunjukkan oleh siswa Kelas VII C MTsN 7 Majalengka. Pada Jumat (14/8/2026), para siswa melaksanakan kegiatan membersihkan dan mengumpulkan sampah plastik berupa botol bekas air minum untuk kemudian dipilah, dijual, dan hasilnya dimanfaatkan bagi kebutuhan kelas.
Menariknya, gagasan kegiatan tersebut berasal dari dua siswa Kelas VII C, Chelline dan Quinna, yang mengajak teman-temannya untuk tidak membiarkan sampah plastik berserakan dan menjadikannya sesuatu yang lebih bermanfaat.
Kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan sekitar madrasah dan mengumpulkan botol plastik bekas air minum. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dikumpulkan untuk dijual. Hasil penjualan selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Kelas VII C.
Wali Kelas VII C MTsN 7 Majalengka, Tri Ayu Sukanti, S.Pd., mengapresiasi inisiatif yang muncul dari peserta didiknya tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi pembelajaran nyata bagi siswa bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana.
“Saya sangat mengapresiasi ide dari Chelline dan Quinna. Mereka mampu mengajak teman-temannya untuk peduli terhadap kebersihan sekaligus melihat bahwa sampah plastik masih memiliki nilai manfaat. Harapannya, kebiasaan ini dapat terus dilakukan secara konsisten dan menjadi budaya positif di kelas maupun di lingkungan madrasah,” ujar Tri Ayu Sukanti.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga mengajarkan nilai kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Chelline, salah satu penggagas kegiatan, mengatakan bahwa ide tersebut muncul dari keinginannya agar sampah plastik yang ada di lingkungan madrasah tidak terbuang begitu saja.
“Kami berpikir daripada botol plastik bekas hanya menjadi sampah, lebih baik dikumpulkan dan dijual. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasilnya juga bisa digunakan untuk kebutuhan kelas,” ungkap Chelline.
Senada dengan Chelline, Quinna berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti oleh seluruh teman di kelas.
“Kami ingin mengajak teman-teman supaya lebih peduli terhadap kebersihan. Kalau botol plastik dikumpulkan dengan baik, ternyata bisa memberikan manfaat untuk kelas. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan bersama-sama,” tutur Quinna.
Kegiatan sederhana yang digagas oleh Chelline dan Quinna tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari inisiatif peserta didik. Sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa.
Melalui kegiatan tersebut, Kelas VII C MTsN 7 Majalengka menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah. Dari botol plastik bekas, tumbuh kepedulian, kebersamaan, dan manfaat bagi kelas.
Kontributor: Suratman


Komentar