Jatitujuh (KEMENAG) — Palang Merah Remaja (PMR) MTsN 7 Majalengka melaksanakan praktik pertolongan pertama bagi korban pingsan pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan keterampilan anggota PMR agar mampu bersikap sigap, tenang, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam praktik tersebut, para anggota PMR mendapatkan pengalaman langsung mengenai langkah-langkah dasar dalam memberikan pertolongan kepada seseorang yang mengalami pingsan. Kegiatan dilaksanakan secara praktik agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dengan benar ketika menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.
Pembina PMR MTsN 7 Majalengka, Tri Ayu Sukanti, S.Pd., mengatakan bahwa keterampilan pertolongan pertama merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki anggota PMR. Menurutnya, seorang anggota PMR harus mampu memberikan bantuan awal dengan tetap mengutamakan ketenangan, keselamatan, dan prosedur yang tepat.
“Melalui praktik ini, kami ingin membekali anggota PMR agar tidak panik ketika menghadapi teman atau orang lain yang mengalami pingsan. Mereka harus mampu memahami kondisi, memberikan pertolongan awal sesuai prosedur, serta segera meminta bantuan kepada guru atau tenaga yang lebih kompeten apabila diperlukan,” ujar Tri Ayu Sukanti.
Ia menambahkan, kegiatan praktik juga diharapkan dapat menumbuhkan karakter kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, dan kesiapsiagaan pada diri peserta didik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat PMR yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kesehatan, tetapi juga membentuk pribadi yang peduli terhadap sesama.
“Yang paling penting bukan hanya bisa melakukan praktiknya, tetapi juga tumbuh rasa peduli dan kepekaan terhadap kondisi orang lain. Kami berharap anggota PMR dapat menjadi siswa yang sigap membantu, tetapi tetap mengetahui batas kemampuan dan kapan harus meminta bantuan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan edukatif. Para peserta mengikuti arahan pembina serta mempraktikkan tahapan pertolongan pertama secara bergantian. Dengan metode praktik langsung, anggota PMR diharapkan semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat.
Melalui kegiatan tersebut, PMR MTsN 7 Majalengka terus berupaya membangun generasi muda yang memiliki keterampilan, kepedulian sosial, serta karakter yang siap membantu sesama. Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjadikan PMR sebagai salah satu wadah pendidikan karakter dan keterampilan kesehatan bagi peserta didik di madrasah.
Kontributor: Suratman


Komentar