Weragati (KEMENAG) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Majalengka terus berkomitmen memperkuat pendidikan karakter siswa. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan pembiasaan rutin pembacaan Asmaul Husna secara serentak dilaksanakan di Lapangan Serbaguna MTsN 13 Majalengka, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh civitas akademika MTsN 13 Majalengka, mulai dari para siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Dede Yayan T, S.Ag., guna mengetuk pintu keberkahan dalam mengawali aktivitas belajar mengajar. Ditemani keheningan pagi, lantunan Asmaul Husna kemudian dipimpin oleh Muhamad Azhari, siswa kelas IX, yang diikuti secara serentak dan penuh penghayatan oleh seluruh peserta. Suasana religius semakin terasa saat doa bersama dipanjatkan yang dipimpin oleh H. Aceng Ibrahim Munawar, S.Ag.
Tak hanya pembiasaan keagamaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyampaian materi pembinaan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Abdul Roup, S.Ag., memberikan pengarahan khusus mengenai pentingnya etika dan kehati-hatian dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya media sosial.
“Di era digital saat ini, benteng moral dan keimanan harus sejalan dengan kecerdasan digital. Kami mengimbau seluruh siswa agar selalu bijak menggunakan media sosial. Manfaatkan platform digital untuk menyebarkan kebaikan, menambah wawasan, dan mempererat silaturahmi, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Roup dalam arahannya.
Ia menambahkan bahwa tindak lanjut dari pembinaan ini akan terus dipantau melalui peran wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK) guna memastikan para siswa mampu menyaring informasi serta menjaga etika berkomunikasi di dunia maya.
Melalui pembiasaan pembacaan Asmaul Husna secara rutin ini, diharapkan seluruh warga madrasah, khususnya para peserta didik, semakin mengenal, memahami, dan menghayati nama-nama indah Allah SWT serta mampu menerapkan nilai-nilai mulia tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga membentuk akhlakul karimah, menumbuhkan sikap disiplin, rendah hati, sabar, dan bertanggung jawab. Diharapkan kegiatan rutin ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam menciptakan suasana madrasah yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan, sekaligus mendukung komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan pendidikan madrasah yang berkualitas dan berkarakter.
Kontributor : Obay Bashori


Komentar