Jatitujuh (KEMENAG)— Membaca merupakan jendela untuk mengenal dunia, sedangkan menulis menjadi sarana untuk menuangkan gagasan dan meninggalkan jejak yang bermanfaat. Semangat tersebut terus ditanamkan kepada siswa-siswi MTsN 7 Majalengka melalui penguatan budaya literasi di perpustakaan dan taman baca madrasah.
Kepala Perpustakaan MTsN 7 Majalengka, Drs. H. Tamhur, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kebiasaan membaca dan menulis perlu dibangun sejak dini agar siswa memiliki wawasan luas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.
“Jika ingin mengenal dunia, membacalah dan jika ingin dikenal dunia, menulislah,” ungkap Tamhur saat memberikan motivasi kepada para siswa di taman baca perpustakaan MTsN 7 Majalengka, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, membaca tidak hanya berkaitan dengan aktivitas memperoleh informasi dari buku, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pola pikir dan pengembangan potensi diri. Dengan membaca, siswa dapat mengenal berbagai pengetahuan, memahami perkembangan informasi, serta memperluas cakrawala berpikir.
“Anak-anak perlu menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Dari membaca, mereka mendapatkan pengetahuan. Dari pengetahuan itu, mereka dapat melahirkan ide dan gagasan yang kemudian dapat dituangkan melalui tulisan,” jelasnya.
Taman baca perpustakaan MTsN 7 Majalengka menjadi salah satu ruang pembelajaran yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan budaya literasi. Suasana membaca yang nyaman diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku sekaligus menumbuhkan ketertarikan terhadap kegiatan menulis.
Keberadaan perpustakaan, lanjut Tamhur, tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Perpustakaan juga menjadi ruang bertemunya pengetahuan dengan semangat belajar, tempat tumbuhnya ide, serta wadah bagi siswa untuk menjadi bagian dari komunitas pembelajar.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku. Perpustakaan adalah ruang untuk menemukan pengetahuan, mengembangkan potensi, dan melahirkan gagasan. Karena itu, mari manfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar dan berkarya,” pesannya.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi semakin penting. Siswa tidak hanya dituntut mampu memperoleh informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memilih, memahami, dan menyaring informasi secara bijak.
Budaya membaca juga memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan menulis. Semakin banyak seseorang membaca, semakin banyak pula pengetahuan dan referensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan gagasan. Sebaliknya, kegiatan menulis mendorong siswa untuk mengolah kembali pengetahuan yang diperolehnya menjadi sebuah karya.
Melalui penguatan gerakan literasi di perpustakaan dan taman baca, MTsN 7 Majalengka terus berupaya membangun generasi yang gemar membaca, berani menulis, kaya wawasan, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir, berkarya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Dengan membaca, siswa mengenal lebih luas dunia. Dengan menulis, siswa belajar menyampaikan gagasan kepada dunia. Dari kebiasaan sederhana tersebut, diharapkan lahir generasi MTsN 7 Majalengka yang literat, kreatif, kritis, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kontributor: Suratman


Komentar