Berita Daerah MAN

Mahasiswa PPL Ubah Kelas Bahasa Indonesia Jadi Arena Adu Logika di MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Pembelajaran Bahasa Indonesia di MAN 3 Majalengka tidak berhenti pada teori. Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menghadirkan permainan “Acak Kalimat” untuk melatih kemampuan siswa menyusun paragraf secara logis, padu, dan koheren di kelas X D, Selasa (11/8/2026). Metode tersebut membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sekaligus mengasah kecermatan dan daya berpikir kritis.

Dalam permainan tersebut, siswa mendapatkan sejumlah potongan kalimat yang telah diacak. Mereka kemudian ditantang menyusun kalimat-kalimat tersebut menjadi paragraf yang utuh dengan memperhatikan urutan gagasan, kepaduan antarkalimat, serta hubungan logis dalam paragraf.

Kegiatan dilaksanakan mahasiswa PPL dengan pendampingan Guru Bahasa Indonesia sekaligus Guru Pamong MAN 3 Majalengka, Heni Supartini, S.S. Sebelum permainan dimulai, siswa terlebih dahulu mendapatkan penguatan materi mengenai struktur dan syarat pembentukan paragraf yang baik.

Setelah memahami konsep dasar, siswa langsung mempraktikkan materi melalui permainan. Mereka berdiskusi, mencermati setiap kalimat, menentukan posisi yang tepat, kemudian menyusun potongan kalimat hingga membentuk paragraf yang memiliki alur pemikiran yang jelas.

Guru Pamong, Heni Supartini, S.S., mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa PPL. Menurutnya, permainan tersebut tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

“Permainan ini melatih siswa untuk lebih cermat melihat hubungan antarkalimat. Mereka tidak sekadar mengetahui teori paragraf, tetapi langsung menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan,” ujar Heni.

Ia menilai pembelajaran melalui permainan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi pola pembelajaran yang hanya berpusat pada penjelasan guru. Siswa didorong untuk menemukan sendiri jawaban melalui proses mengamati, berdiskusi, mencoba, dan memperbaiki susunan kalimat.

Penerapan metode tersebut juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa PPL dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Pendampingan guru pamong memastikan inovasi yang diterapkan tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran dan materi yang sedang dipelajari.

Melalui permainan “Acak Kalimat”, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga membangun keterampilan siswa dalam mengorganisasi gagasan secara runtut.

Madrasah berharap kreativitas mahasiswa PPL dalam menghadirkan variasi pembelajaran dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *