Jatiwangi (KEMENAG) — Menjaga lingkungan madrasah tidak cukup hanya dengan membersihkan halaman dan membuang sampah pada tempatnya. MAN 3 Majalengka mulai menyiapkan siswa sebagai penggerak perubahan agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi kebiasaan bersama.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pembinaan Kader Adiwiyata yang digelar di Ruang Belajar Bersama (RBB) MAN 3 Majalengka, Selasa (11/8/2026). Kegiatan diikuti para siswa yang menjadi perwakilan Kader Adiwiyata dari masing-masing kelas.
Pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi tentang kebersihan. Para kader mendapatkan pengarahan mengenai peran mereka dalam menggerakkan siswa lain untuk menjaga lingkungan kelas dan area madrasah.
Mereka juga diajak memahami pengelolaan lingkungan secara lebih luas, mulai dari kebersihan, pemilahan sampah, penghijauan, hingga membangun kebiasaan yang mendukung lingkungan belajar yang nyaman.
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, kader Adiwiyata memiliki posisi penting dalam membangun kepedulian lingkungan di kalangan siswa.

“Kader Adiwiyata bukan sekadar predikat, tetapi agen perubahan. Kalian harus mampu mengajak teman-teman untuk menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, indah, dan nyaman untuk belajar,” ujar Ela.
Menurutnya, perubahan lingkungan madrasah tidak dapat bergantung pada petugas kebersihan. Kesadaran menjaga lingkungan perlu tumbuh dari warga madrasah, termasuk siswa yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.
Karena itu, para kader diarahkan untuk menjadi penggerak di kelas masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengajak teman sebaya membangun kebiasaan sederhana yang berdampak langsung terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Setelah pembinaan, para kader akan menyusun dan menjalankan program di kelas masing-masing. Kegiatannya antara lain pemilahan sampah, penghijauan area kelas, pemantauan kebersihan, serta kampanye kebiasaan ramah lingkungan.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah MAN 3 Majalengka dalam memperkuat gerakan Adiwiyata di lingkungan madrasah. Targetnya bukan hanya menciptakan lingkungan yang terlihat bersih, tetapi membangun budaya peduli lingkungan yang dilakukan secara konsisten.
Dengan melibatkan siswa sebagai penggerak, pesan tentang kepedulian lingkungan diharapkan lebih mudah menyebar melalui kebiasaan sehari-hari. Dari ruang kelas, gerakan tersebut diharapkan meluas ke seluruh lingkungan madrasah.
Pembinaan Kader Adiwiyata sekaligus menjadi upaya MAN 3 Majalengka menyiapkan siswa yang tidak hanya memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menciptakan perubahan di sekitarnya.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar