Berita Daerah

Merawat Tradisi Rebo Wekasan, MTsN 7 Majalengka Hidupkan Filosofi Kue Apem

Jatitujuh (KEMENAG)— Tradisi Rebo Wekasan tidak sekadar menjadi momentum doa dan dzikir bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan merawat warisan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat di MTsN 7 Majalengka yang turut menghidupkan tradisi Rebo Wekasan melalui kegiatan doa dan dzikir bersama yang diikuti oleh seluruh murid dan guru, Rabu (12/8/2026).

Salah satu tradisi yang turut dikenalkan kepada para murid adalah kue apem, makanan tradisional yang telah lama melekat dalam berbagai tradisi masyarakat Jawa dan Sunda, termasuk dalam momentum Rebo Wekasan.

Kue apem memiliki filosofi yang kuat. Secara kultural, apem kerap dimaknai sebagai simbol permohonan ampun dan introspeksi diri. Dalam tradisi masyarakat, kata “apem” sering dikaitkan dengan kata afwun atau afuw yang bermakna ampunan. Filosofi tersebut selaras dengan semangat Rebo Wekasan yang diisi dengan doa, dzikir, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Kehadiran kue apem juga mengandung pesan tentang kerendahan hati, kebersamaan, dan kepedulian. Proses pembuatan dan pembagian apem secara bersama-sama menjadi gambaran bahwa tradisi tidak hanya diwariskan melalui cerita, tetapi juga melalui praktik nyata yang melibatkan kebersamaan antargenerasi.

Bagi lingkungan madrasah, pengenalan filosofi kue apem menjadi bagian dari pendidikan karakter. Para murid tidak hanya diajak mengenal makanan tradisional, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti saling memaafkan, bersyukur, menjaga silaturahmi, dan menghargai warisan budaya daerah.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan Rebo Wekasan di madrasah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi sarana pendidikan nilai bagi para murid.

“Rebo Wekasan menjadi momentum bagi kita untuk mengajak anak-anak memperkuat doa, introspeksi diri, dan membangun karakter yang baik. Kue apem yang hadir dalam tradisi ini bukan sekadar makanan, tetapi memiliki filosofi tentang permohonan ampun, kerendahan hati, kebersamaan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk kita tanamkan kepada generasi muda,” ujar Dedi Priatna.

Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan keagamaan, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya lokal. Tradisi yang memiliki nilai positif perlu dikenalkan kepada peserta didik secara bijak agar mereka memahami akar budaya sekaligus mampu mengambil pesan moral yang terkandung di dalamnya.

“Ketika anak-anak mengenal tradisi daerahnya, mereka tidak hanya mengetahui bentuk kegiatannya, tetapi juga memahami makna di balik tradisi tersebut. Inilah salah satu cara madrasah menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat karakter dan akhlak peserta didik,” tambahnya.

Kegiatan Rebo Wekasan di MTsN 7 Majalengka dipimpin oleh Pembina Keagamaan, Ahmad Syukron, S.Pd.I., dan diikuti seluruh murid serta guru. Kegiatan diisi dengan doa dan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus sarana mempererat kebersamaan keluarga besar madrasah.

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, upaya merawat tradisi seperti Rebo Wekasan menjadi penting agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan akar budaya masyarakatnya. Tradisi tersebut dapat menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal, dan pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Melalui kue apem, pesan sederhana tentang memohon ampun, memperbaiki diri, menjaga kebersamaan, dan berbagi dengan sesama kembali diingatkan. Dengan demikian, merawat tradisi bukan berarti sekadar mempertahankan bentuk kegiatan masa lalu, tetapi menghadirkan kembali nilai-nilai baiknya agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini.

Kontributor: Suratman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *