Talaga (KEMENAG) — Seluruh siswa kelas XII.5 MAN 1 Majalengka menghentikan sejenak aktivitas belajar mengajar tepat pada pukul 10.00 WIB untuk berdiri tegak dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Rabu (5/8/2026). Kegiatan penanaman nilai kebangsaan ini dilaksanakan di Ruang Kelas XII.5 di bawah bimbingan Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag.
Pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada ketentuan pengumandangan lagu kebangsaan di lingkungan instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara Serta Lagu Kebangsaan, seluruh pegawai, tenaga pendidik, maupun peserta didik diwajibkan menghentikan kegiatan sejenak dan mengambil sikap sempurna sebagai bentuk penghormatan.

Rangkaian kegiatan dimulai saat audio lagu Indonesia Raya satu stanza diputar secara terpusat oleh operator sekolah. Tepat pukul 10.00 WIB, suasana kelas yang semula diisi dengan pemaparan materi Fikih seketika hening. Sebanyak 36 siswa bersama guru pengampu langsung berdiri tegak dengan sikap sempurna—tangan lurus mengepal di samping paha dan pandangan lurus ke depan—lalu menyanyikan lagu kebangsaan secara khidmat selama kurang lebih 1,5 menit.
Guru Mapel Fikih MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menjelaskan bahwa pembiasaan ini bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air di tengah rutinitas pembelajaran.
“Meskipun sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar, penghentian aktivitas sejenak pada pukul 10.00 WIB ini sangat penting. Kita ingin mengajarkan kepada para siswa bahwa penghormatan terhadap simbol negara dan rasa nasionalisme harus berjalan seiring dengan pendidikan keagamaan,” ujar Wawan.
Momen tersebut memberikan kesan mendalam bagi para peserta didik. Mega Dwi Lestari, salah satu siswa kelas XII.5, mengungkapkan rasa bangga dan harunya saat mengikuti prosesi tersebut di dalam kelas.
“Saya merasa sangat bangga dan terharu. Ketika lagu Indonesia Raya bergema di tengah jam pelajaran, ada rasa haru dan semangat yang tumbuh. Ini mengingatkan kami akan pentingnya menjaga persatuan sebagai generasi muda,” ungkap Mega.

Kegiatan pembiasaan ini rencananya akan terus dilaksanakan secara konsisten di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dan satuan kerja di bawahnya, termasuk Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka.
Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme sejak remaja, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis dan berakhlak mulia, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat demi mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar