Panyingkiran (KEMENAG) – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Panyingkiran menghadiri kegiatan apel pagi bersama di lingkungan Pemerintah Kecamatan Panyingkiran, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Desa Pasirmuncang tersebut diikuti oleh seluruh ASN dari berbagai instansi se-Kecamatan Panyingkiran. Suasana apel berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.
Kepala KUA Kecamatan Panyingkiran, H. Hapid, M.Ag., mengimbau seluruh jajarannya untuk rutin mengikuti agenda apel pagi setiap hari Selasa yang telah dijadwalkan oleh pihak kecamatan. Menurutnya, partisipasi aktif ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membina kedisiplinan dan mempererat hubungan kerja sama.
“Apel pagi ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mempererat sinergi, meningkatkan disiplin, memperkuat soliditas, serta memantapkan koordinasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Hapid.
Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Panyingkiran, Tini Supartini, S.P., yang bertindak sebagai pembina apel, memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS). Ia mengajak seluruh peserta apel untuk turut menyebarluaskan informasi program strategis Kementerian Pertanian ini kepada masyarakat, khususnya para petani di wilayah Panyingkiran.
Tini menjelaskan bahwa PMAAS merupakan konsep budidaya berbasis teknologi modern yang menggabungkan penggunaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), pengaturan jarak tanam berpopulasi padat, serta pemupukan dan pengairan secara presisi. Program ini juga mendukung penerapan metode modern seperti Tanam Benih Langsung (Tabela).
“Tujuan utama PMAAS adalah meningkatkan hasil panen hingga mencapai target lebih dari 10 ton per hektar, menekan biaya produksi melalui efisiensi pupuk dan air, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang berkelanjutan,” jelas Tini.
Lebih lanjut, Tini memaparkan bahwa ciri khas sistem PMAAS terletak pada pola tanam yang lebih rapat (seperti pola 4:1 atau 6:1), percepatan indeks pertanaman (kejar IP 300), serta integrasi dengan sistem irigasi dan pompanisasi.
“Secara sederhana, jika metode konvensional umumnya menghasilkan 5 hingga 6 ton per hektar, maka dengan penerapan PMAAS yang benar dan konsisten, produksi bisa menembus 10 hingga 12 ton per hektar,” tambahnya.
Melalui agenda rutin ini, diharapkan kerja sama antarinstansi di Kecamatan Panyingkiran semakin solid, sehingga pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, harmonis, dan profesional.
Kontributor: Deden Ahmad Jaenuri


Komentar