Kadipaten – MTsN 6 Majalengka terus mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam berbagai kegiatan pembiasaan di lingkungan madrasah. Salah satu implementasi nyata dari nilai “Cinta pada Diri Sendiri dan Sesama” diwujudkan melalui kegiatan Sapa Pagi yang dilaksanakan setiap hari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Sejak pagi hari, para guru dan tenaga kependidikan menyambut kedatangan peserta didik di gerbang madrasah dengan senyum, salam, sapa, dan jabat tangan. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi awal yang menyenangkan bagi seluruh warga madrasah untuk memulai aktivitas belajar.
Melalui pembiasaan Sapa Pagi, peserta didik diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati, peduli, serta membangun hubungan yang harmonis antara guru dan siswa maupun antarsesama peserta didik. Kegiatan sederhana ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, dan penuh kasih sayang.
Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhamad Darda, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan Sapa Pagi merupakan salah satu langkah nyata dalam membangun budaya madrasah yang berlandaskan nilai-nilai cinta sebagaimana diamanatkan dalam Kurikulum Berbasis Cinta.
“Sapa Pagi bukan sekadar rutinitas menyambut peserta didik, tetapi menjadi media untuk menanamkan nilai kepedulian, penghormatan, dan kasih sayang kepada sesama. Ketika peserta didik merasa diterima, dihargai, dan disambut dengan penuh kehangatan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki empati, serta mampu membangun hubungan sosial yang baik. Inilah semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang terus kami hidupkan di MTsN 6 Majalengka,” ujarnya.
Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari, MTsN 6 Majalengka berharap nilai “Cinta pada Diri Sendiri dan Sesama” tidak hanya menjadi konsep pembelajaran, tetapi juga menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap peserta didik. Melalui budaya saling menyapa, menghormati, dan peduli, madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang religius, humanis, dan berkarakter, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.


Komentar