Jatitujuh (KEMENAG) — Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., terus mengimplementasikan kompetensi kewirausahaan sebagai salah satu kompetensi utama kepala madrasah melalui penguatan tata kelola Koperasi Guru dan Murid Tunas Jati. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan pembinaan dan pembekalan kepada para pegawai koperasi pada Selasa (4/8/2026) di MTsN 7 Majalengka.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai koperasi dengan materi yang berfokus pada penguatan administrasi pembukuan, pengelolaan arus kas (cash flow), serta penerapan tata kelola koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari strategi madrasah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi yang telah berbadan hukum agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh anggotanya.
Dalam arahannya, Dedi Priatna menegaskan bahwa koperasi memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menjalankan aktivitas ekonomi. Menurutnya, koperasi merupakan media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan bagi seluruh warga madrasah.
“Koperasi bukan hanya tempat menjalankan usaha, tetapi juga menjadi wahana pendidikan karakter dan kewirausahaan. Sikap kewirausahaan harus terus ditumbuhkembangkan di lingkungan madrasah, baik bagi guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik. Melalui koperasi yang dikelola secara profesional, kita tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kemandirian, serta semangat berwirausaha,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah koperasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pegawai dalam bidang administrasi, pembukuan, dan manajemen keuangan menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat.
“Pengelolaan koperasi yang sehat memerlukan sumber daya manusia yang memahami tata kelola organisasi, administrasi, serta pengelolaan keuangan secara baik dan benar. Pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar Koperasi Guru dan Murid Tunas Jati mampu berkembang menjadi unit usaha yang sehat, mandiri, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota,” tambahnya.
Pembinaan tersebut mendapat sambutan positif dari para pegawai koperasi. Salah seorang karyawan Koperasi Guru dan Murid Tunas Jati, Nurhikmah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saya merasa sangat senang mendapatkan bimbingan, arahan, dan ilmu perkoperasian langsung dari Bapak Kepala Madrasah. Pembekalan ini memberikan motivasi kepada kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan koperasi kepada seluruh anggota,” ungkap Nurhikmah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 7 Majalengka kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kewirausahaan yang kuat di lingkungan madrasah. Penguatan tata kelola Koperasi Guru dan Murid Tunas Jati diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan kepada anggota, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi madrasah serta menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan yang berkelanjutan bagi seluruh warga madrasah.
Dengan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Koperasi Guru dan Murid Tunas Jati diharapkan terus berkembang sebagai unit usaha yang sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya MTsN 7 Majalengka sebagai madrasah yang unggul, mandiri, berdaya saing, serta selaras dengan semangat transformasi pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Suratman


Komentar