Berita Daerah
Beranda » Berita » Di Tengah Arus Informasi Digital, Pesantren MAN 3 Majalengka Teguhkan Harmoni Ilmu dan Amal

Di Tengah Arus Informasi Digital, Pesantren MAN 3 Majalengka Teguhkan Harmoni Ilmu dan Amal

Jatiwangi (Kemenag) — Di tengah derasnya arus informasi digital yang membuat pengetahuan semakin mudah diakses, Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka mengingatkan pentingnya menjadikan ilmu sebagai landasan amal. Pesan tersebut mengemuka dalam kajian keagamaan rutin yang diikuti puluhan santri putra dan putri di Masjid Al-Azfar MAN 3 Majalengka, Senin (3/8/2026), selepas salat Magrib.

Kajian menghadirkan Kepala Asrama Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka, H. Agus Jamaluddin, M.Pd., sebagai pemateri. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sebatas memperoleh ilmu, melainkan bagaimana menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam bersikap, berperilaku, dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa ilmu dan amal merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan manfaat, sedangkan amal yang tidak didasari ilmu berisiko menyimpang dari tuntunan agama.

“Menuntut ilmu di madrasah dan pesantren adalah kewajiban sekaligus fondasi utama. Namun, ilmu itu harus diwujudkan dalam akhlakul karimah, ibadah yang istikamah, serta tindakan yang memberi manfaat bagi sesama. Di situlah letak pertanggungjawaban seorang penuntut ilmu,” ujar H. Agus Jamaluddin.

Ia juga mengutip ungkapan yang telah lama dikenal dalam khazanah keilmuan Islam, al-‘ilmu bilā ‘amalin kasyajarin bilā ṡamarin, yang bermakna ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah. Menurutnya, pesan tersebut semakin relevan di tengah derasnya arus informasi yang memungkinkan siapa pun memperoleh pengetahuan dengan cepat, tetapi belum tentu mampu mengamalkannya secara benar.

Plt Kepala KUA Cigasong Baru Awali Tugas dengan Perkenalan Bersama Pegawai

Selama kajian berlangsung, para santri mengikuti materi dengan penuh perhatian. Mereka menyimak setiap penjelasan, mencatat pokok-pokok penting, serta berdiskusi mengenai penerapan ilmu dalam kehidupan di lingkungan pesantren, madrasah, keluarga, dan masyarakat.

Pembinaan melalui kajian rutin ini menjadi bagian dari ikhtiar Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan kecakapan intelektual dengan kedalaman spiritual. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi diarahkan untuk melahirkan pribadi yang mampu menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam bertindak.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya madrasah mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, dan tanggung jawab moral dalam menghadapi dinamika zaman.

Kajian ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan atas ilmu yang dipelajari. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pondok Pesantren MAN 3 Majalengka terus berupaya menanamkan pemahaman bahwa ilmu yang bermanfaat bukan sekadar dihafal, melainkan diamalkan sehingga menghadirkan kemaslahatan bagi diri sendiri, masyarakat, serta kehidupan berbangsa dan beragama.

Kontributor: Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Kokurikuler MTsN 7 Majalengka Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan di Depan Kelas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *