Jatitujuh (KEMENAG) — MTsN 7 Majalengka melaksanakan Upacara Kesadaran Nasional di halaman madrasah pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut diikuti oleh 330 siswa serta 30 guru dan tenaga kependidikan. Bertindak sebagai pembina upacara, Wali Kelas IX B, Hj. Iis Nuraisah, S.HI, sementara petugas upacara berasal dari siswa-siswi Kelas IX B.
Upacara Kesadaran Nasional merupakan agenda rutin yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, serta penguatan karakter peserta didik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh warga madrasah.
Dalam amanatnya, Hj. Iis Nuraisah mengajak seluruh peserta didik untuk mengambil hikmah dari benda yang setiap hari mereka gunakan, yakni telepon genggam (handphone). Menurutnya, handphone dapat menjadi inspirasi dalam membangun karakter dan semangat belajar.
“Kita harus mampu meneladani fungsi sebuah handphone. Ketika dayanya mulai berkurang, handphone harus di-charge agar kembali berfungsi dengan baik. Demikian pula diri kita, keimanan harus senantiasa diisi dan diperkuat melalui ibadah, doa, membaca Al-Qur’an, serta amal saleh agar hati tetap hidup dan semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.”
Ia juga mengingatkan siswa agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain sebagaimana teknologi yang memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia.
“Jadilah pribadi yang memberikan manfaat bagi sesama. Ilmu, akhlak, dan prestasi yang kita miliki hendaknya menjadi keberkahan bagi lingkungan sekitar. Selain itu, saat mengikuti pembelajaran di kelas, jangan seperti handphone yang sedang berada pada mode pesawat. Bukalah diri untuk menerima ilmu, dengarkan guru dengan baik, fokus saat belajar, sehingga setiap materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami secara optimal.”
Sementara itu, Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan Upacara Kesadaran Nasional yang berjalan dengan tertib dan penuh makna. Menurutnya, amanat yang disampaikan pembina upacara sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
“Nilai-nilai yang disampaikan dalam amanat upacara menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kuatnya keimanan, kedisiplinan, dan kesiapan peserta didik dalam menerima ilmu. Kami berharap seluruh siswa MTsN 7 Majalengka terus meningkatkan karakter, akhlak mulia, serta semangat belajar agar mampu menjadi generasi yang unggul, berprestasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat.”
Melalui pelaksanaan Upacara Kesadaran Nasional, MTsN 7 Majalengka terus berkomitmen membangun budaya madrasah yang disiplin, religius, dan berkarakter. Momentum ini diharapkan menjadi sarana pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual, akademik, maupun sosial.
Kontributor: Suratman


Komentar