Talaga (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan kedalaman pemahaman keagamaan serta kualitas ibadah para peserta didik, Boarding School MAN 1 Majalengka menggelar kajian rutin kitab kuning (turats). Kegiatan yang berlangsung di Asrama Boarding School MAN 1 Majalengka pada Selasa malam (28/07/2026) ini diikuti dengan khidmat oleh seluruh santri.
Pada kesempatan kali ini, kajian membedah kitab fikih klasik Fathul Qorib karya Syekh Abu Syuja’ dengan fokus pembahasan pada bab Sunnah Hai’atus Sholat. Pengajian diampu langsung oleh narasumber keagamaan, KH. Aceng AM, M.Pd.I.
Dalam pemaparannya, KH. Aceng AM menjelaskan secara lugas dan terstruktur mengenai pentingnya memahami sunnah hai’at dalam sholat. Jika rukun sholat merupakan penentu sah atau tidaknya ibadah, maka sunnah hai’at hadir sebagai penyempurna keindahan dan keagungan sholat itu sendiri.
“Sholat adalah perjumpaan hamba dengan Sang Pencipta. Mengamalkan sunnah hai’at adalah bentuk adab, rasa cinta, dan kesungguhan kita dalam meneladani setiap gerak-gerik sholat Rasulullah SAW,” ujar KH. Aceng AM di sela-sela penjelasannya.
KH. Aceng juga memaparkan bahwa berbeda dengan sunnah ab’ad, sunnah hai’at yang terlewatkan—baik sengaja maupun lupa—tidak membatalkan sholat dan tidak dianjurkan diganti dengan sujud sahwi. Kendati demikian, meninggalkannya berarti kehilangan keutamaan pahala yang sangat besar.
Adapun beberapa poin penting sunnah hai’at dalam kitab Fathul Qorib yang dikupas dalam kajian tersebut meliputi:
- Mengangkat Kedua Tangan: Saat takbiratul ihram, hendak rukuk, bangun dari rukuk (i’tidal), dan ketika berdiri dari tasyahud awal.
- Sikap Sedekep, Doa Iftitah, dan Ta’awwudz: Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada, membaca doa iftitah, serta membaca ta’awwudz sebelum Al-Fatihah.
- Membaca Amiin dan Surah Al-Qur’an: Mengeraskan atau memelankan bacaan Amiin sesuai jenis sholat, serta membaca surah Al-Qur’an setelah Al-Fatihah pada dua rakaat pertama.
- Posisi Duduk dalam Sholat: Menerapkan duduk iftirasy pada tasyahud awal dan duduk di antara dua sujud, serta duduk tawarruk khusus pada tasyahud akhir.
- Salam Kedua dan Tasbih: Membaca tasbih saat rukuk dan sujud, serta mengucapkan salam kedua ke arah kiri.
Suasana pengajian berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias menyimak, mencatat, hingga mengajukan pertanyaan seputar praktik sholat sehari-hari. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh narasumber untuk memohon ketetapan iman dan keistiqamahan ibadah bagi seluruh keluarga besar madrasah.
Tindak lanjut dari pengajian ini adalah keberlanjutan program kajian kitab turats secara berkala di lingkungan madrasah. Melalui kajian rutin ini, diharapkan para santri MAN 1 Majalengka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman agama serta kualitas ibadah yang kokoh sesuai tuntunan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata dalam penguatan pendidikan karakter beragama, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar