Berita Daerah
Beranda » Berita » Bahas Pelestarian Wayang Kulit, Guru MTsN 6 Majalengka Jadi Narasumber di UIN Cirebon

Bahas Pelestarian Wayang Kulit, Guru MTsN 6 Majalengka Jadi Narasumber di UIN Cirebon

Kadipaten (KEMENAG) – Mengusung semangat pelestarian kearifan lokal di tengah arus disrupsi budaya, Guru Seni Budaya MTs Negeri 6 Majalengka, Uun Purnasih, S.Ag., S.Pd., M.Pd., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Diskusi Budaya pada Rabu (29/07/2026). Mengangkat tema “Merawat Warisan Wayang Kulit dan Dalang Cirebon di Era Disrupsi Budaya”, forum strategis ini diselenggarakan di Kantor Pusat Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Secara kronologis, rangkaian kegiatan ini dibuka tepat pada pukul 09.00 WIB oleh Kepala Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Syibli Maufur, M.Pd. Agenda kolaboratif ini dihadiri dengan antusias oleh peserta dari delapan perguruan tinggi di wilayah Cirebon dan sekitarnya, unsur Dewan Kebudayaan Cirebon, para seniman, budayawan, mahasiswa, serta tamu undangan.

Memasuki sesi penyampaian materi, Uun Purnasih memaparkan bahwa Wayang Kulit Cirebon merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai sejarah, filosofi, dan pendidikan karakter. Beliau menekankan bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan tradisi, melainkan membutuhkan inovasi adaptif agar identitas luhur tersebut tetap relevan dengan zaman.

“Pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Wayang Kulit Cirebon perlu terus dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan adaptif sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Uun Purnasih dalam pemaparannya.

Selanjutnya, panggung diskusi diisi oleh narasumber kedua, Purjadi, S.Ag., seorang tokoh dalang Wayang Kulit Cirebon. Beliau mengupas sejarah pewayangan sejak masa dakwah Sunan Kalijaga hingga era modern, serta menyoroti pentingnya regenerasi dalang sebagai media pendidikan moral dan dakwah kultural.

Perkokoh Ketahanan Keluarga, KUA Majalengka Bekali Calon Pengantin Lewat Bimbingan Perkawinan

Kegiatan kemudian bergulir pada sesi tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis. Para mahasiswa dan budayawan berdiskusi secara interaktif mengenai strategi pelestarian, regenerasi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan apresiasi seni tradisional. Seluruh gagasan dijawab secara komprehensif oleh kedua narasumber.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi seni, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Bagi masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman bahwa pelestarian pewayangan merupakan bagian dari identitas bangsa sekaligus penguat nilai-nilai moderasi beragama.

Sebagai tindak lanjut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka mendorong agar kolaborasi lintas kelembagaan ini dapat terus diagendakan secara berkesinambungan. Keikutsertaan Guru MTsN 6 Majalengka ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas layanan Kementerian Agama, khususnya dalam melahirkan pendidikan karakter yang berakar pada kelestarian kebudayaan Islam Nusantara.

Kontributor: Anida Devianthi (Humas MTsN 6 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *