Berita Daerah
Beranda » Berita » Perkuat Karakter Penegak, Latihan Perdana Pramuka MAN 3 Majalengka Kenalkan Makna Sandi Ambalan

Perkuat Karakter Penegak, Latihan Perdana Pramuka MAN 3 Majalengka Kenalkan Makna Sandi Ambalan

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana Lapangan Utama MAN 3 Majalengka tampak lebih semarak pada Sabtu (25/7/2026). Barisan anggota Pramuka Penegak berdiri tegap mengikuti apel pembukaan, sementara semangat kebersamaan dan keceriaan terpancar dari wajah para peserta yang mengikuti latihan perdana tahun ajaran 2026/2027. Bukan sekadar memulai rutinitas latihan, kegiatan ini menjadi momentum memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi identitas seorang Pramuka melalui materi Sandi Ambalan.

Dengan balutan seragam cokelat yang rapi dan yel-yel penuh semangat, para anggota Pramuka mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara antusias. Setelah apel pembukaan, Dewan Ambalan memberikan pengarahan mengenai arah pembinaan kepramukaan selama satu tahun ke depan sebelum peserta memasuki sesi utama.

Materi tentang sejarah Ambalan dan pengenalan Sandi Ambalan disampaikan oleh Solehudin, S.Pd.I., didampingi Pradana Putra Irwansyah dan Pradana Putri, Oktaviani Azzahra. Penyampaian materi berlangsung interaktif. Sesekali narasumber mengajak peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman sehingga suasana latihan terasa hidup tanpa mengurangi makna yang ingin disampaikan.

Menurut Solehudin, Sandi Ambalan bukan hanya sekumpulan kalimat yang dihafalkan, tetapi merupakan pedoman hidup yang membentuk karakter seorang Penegak.

“Sandi Ambalan memuat nilai-nilai kehormatan, tanggung jawab, dan etika yang harus dihayati oleh setiap anggota Pramuka. Melalui latihan perdana ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami maknanya secara teori, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa latihan perdana merupakan fondasi penting untuk membangun budaya organisasi yang kuat. Ketika setiap anggota memahami jati dirinya sebagai Pramuka Penegak, proses pembinaan akan berjalan lebih terarah dan berdampak pada pembentukan karakter peserta didik.

Perkokoh Ketahanan Keluarga, KUA Majalengka Bekali Calon Pengantin Lewat Bimbingan Perkawinan

Di sela-sela penyampaian materi, gelak tawa dan semangat peserta sesekali mewarnai kegiatan. Interaksi antara pembina, Dewan Ambalan, dan anggota baru menghadirkan suasana akrab yang mencerminkan nilai persaudaraan dalam Gerakan Pramuka. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun organisasi yang solid sekaligus menyenangkan bagi para siswa.

Latihan perdana ini juga menjadi awal pembiasaan budaya positif di lingkungan Pramuka MAN 3 Majalengka. Dewan Ambalan berkomitmen untuk menghadirkan latihan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kepramukaan, tetapi juga penguatan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan spiritualitas sebagai implementasi nilai-nilai keagamaan di madrasah.

Ke depan, pengucapan dan penghayatan Sandi Ambalan akan menjadi bagian dari setiap agenda rutin latihan. Melalui pembiasaan tersebut, anggota Pramuka diharapkan semakin memahami bahwa menjadi seorang Penegak berarti siap menjadi teladan dalam sikap, disiplin, tanggung jawab, dan pengabdian.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., mengapresiasi semangat para pembina dan Dewan Ambalan dalam menghidupkan kembali budaya kepramukaan sebagai ruang pembentukan karakter peserta didik.

Tingkatkan Tertib Administrasi, Operator KUA Sindangwangi Ikuti Sosialisasi PMA Nomor 12 Tahun 2026

“Pramuka merupakan wahana pendidikan karakter yang sangat efektif. Di dalamnya siswa belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, serta nilai-nilai keislaman dan kebangsaan secara seimbang. Kami berharap latihan perdana ini menjadi langkah awal lahirnya generasi madrasah yang berintegritas, mandiri, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun sejak latihan perdana ini, Pramuka MAN 3 Majalengka kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh generasi muda yang tangguh. Dari lapangan latihan, para Penegak tidak hanya belajar membaca sandi, tetapi juga belajar menerjemahkan nilai-nilai kehormatan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *