Leuwimunding (KEMENAG) — Komitmen MTsN 1 Majalengka dalam membangun budaya peduli lingkungan terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata. Salah satunya adalah perawatan tanaman aquaponik yang dilaksanakan guru di lingkungan madrasah pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan media tanam, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan peserta didik pada konsep pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, guru melakukan pengecekan kondisi tanaman secara menyeluruh, mulai dari mengamati perkembangan akar, memastikan kualitas air tetap terjaga, hingga menambahkan larutan nutrisi agar tanaman memperoleh unsur hara yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat dan optimal. Perawatan dilakukan secara teliti sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dalam sistem aquaponik.
Aquaponik menjadi salah satu media pembelajaran kontekstual yang dikembangkan di MTsN 1 Majalengka. Melalui sistem budidaya yang hemat air dan ramah lingkungan ini, peserta didik diajak memahami bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pembelajaran pun tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Para guru berharap keberadaan instalasi aquaponik mampu menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap dunia pertanian modern sekaligus membiasakan mereka untuk merawat lingkungan. Dengan melihat secara langsung proses pertumbuhan tanaman, siswa dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam serta memanfaatkan sumber daya secara bijaksana.
Kepala MTsN 1 Majalengka, Suratno, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin peserta didik belajar bahwa menjaga lingkungan dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari. Melalui perawatan aquaponik, mereka tidak hanya memahami cara menanam, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan sebagai bagian dari pendidikan karakter di madrasah,” ujar Suratno.
Ia menambahkan bahwa kegiatan perawatan aquaponik akan terus dikembangkan sebagai bagian dari program madrasah berwawasan lingkungan. Selain mendukung proses pembelajaran, program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan, baik di madrasah maupun di rumah.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1 Majalengka berharap budaya peduli lingkungan semakin mengakar di kalangan warga madrasah. Perawatan aquaponik yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan Kementerian Agama yang berorientasi pada pembentukan karakter serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kontributor : Pipit Laila Fitri
Editor: D.Win


Komentar