Talaga (KEMENAG) — Pagi di MAN 1 Majalengka selalu diawali dengan suasana yang menenangkan. Sebelum bel pembelajaran berbunyi, ratusan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan bersama-sama melaksanakan salat Duha sebagai bagian dari pembiasaan ibadah yang rutin dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, mulai pukul 06.45 hingga 07.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah, termasuk di lapangan upacara untuk peserta didik putri pada Selasa (21/7/2026), menjadi salah satu ikhtiar madrasah dalam membangun generasi yang unggul secara akademik sekaligus kokoh secara spiritual.
Salat Duha bersama telah menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar di MAN 1 Majalengka. Melalui pembiasaan ini, seluruh warga madrasah diajak mengawali aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt., memohon kemudahan dalam menuntut ilmu, keberkahan dalam setiap langkah, serta kekuatan untuk menjalani hari dengan penuh semangat dan keikhlasan.
Di balik pelaksanaannya yang sederhana, kegiatan ini menyimpan makna yang mendalam. Salat Duha tidak hanya menjadi bentuk pengamalan ibadah sunnah, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter. Peserta didik belajar menghargai waktu, membangun kedisiplinan, serta menanamkan tanggung jawab terhadap kewajiban sebagai seorang muslim. Kebersamaan dalam beribadah juga mempererat hubungan antarsiswa maupun antara peserta didik dengan para guru, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih harmonis dan penuh nilai-nilai kekeluargaan.
Plt. Kepala MAN 1 Majalengka, Iyan Arif Hasyim, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang menjadi bekal peserta didik dalam kehidupan.
“Kami ingin setiap peserta didik tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, tetapi juga memiliki hati yang dekat dengan Allah Swt. Melalui pembiasaan salat Duha, kami berharap lahir generasi yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki ketenangan batin dalam menghadapi berbagai tantangan. Ketika hati dibangun dengan nilai-nilai spiritual, insyaallah semangat belajar dan karakter positif akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Iyan.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ibadah merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus diperkuat di MAN 1 Majalengka. Berbagai program keagamaan yang dilaksanakan secara konsisten diharapkan mampu membentuk budaya madrasah yang religius, ramah, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh peserta didik.
Ke depan, MAN 1 Majalengka berkomitmen untuk terus mengembangkan budaya-budaya positif yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Melalui pembiasaan salat Duha serta berbagai program keagamaan lainnya, madrasah berharap dapat melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter Islami, serta siap menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat. Upaya ini juga diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan pendidikan Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan berdaya saing.
Kontributor : Wawan Abdul Gani
Editor: D.Win


Komentar