Berita Daerah
Beranda » Berita » Menjelang Tenggat Lomba, Tim Resensi Buku MAN 3 Majalengka Asah Nalar dan Kreativitas

Menjelang Tenggat Lomba, Tim Resensi Buku MAN 3 Majalengka Asah Nalar dan Kreativitas

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana Perpustakaan MAN 3 Majalengka tampak lebih hidup pada Kamis (23/7/2026). Di antara deretan rak buku, dua siswa tampak serius menelaah halaman demi halaman sebuah buku, sesekali berdiskusi, menuliskan catatan, lalu menyempurnakan naskah yang tengah mereka susun. Mereka adalah Nasya Sintya Dewi dan Radyana Nuraulida Sopian, tim yang akan mewakili MAN 3 Majalengka dalam Lomba Pembuatan Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Tahun 2026.

Menjelang batas akhir pengumpulan karya pada 26 Juli 2026, Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 3 Majalengka menggelar pembekalan intensif untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan optimal. Kegiatan dipusatkan di perpustakaan madrasah dengan pendampingan langsung dari Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik, Firman Saefatullah, M.Pd.

Pembekalan dilakukan secara bertahap, mulai dari menentukan sudut pandang resensi, memperdalam pemahaman isi buku, menyusun kerangka tulisan, memperbaiki naskah, hingga berlatih menyampaikan hasil resensi di depan kamera sebagai bagian dari persyaratan lomba.

Bagi Firman Saefatullah, sebuah resensi yang baik tidak hanya merangkum isi buku, tetapi juga menunjukkan kemampuan berpikir kritis, ketajaman analisis, dan keberanian menyampaikan gagasan secara sistematis.

“Kami ingin siswa tidak hanya mampu membaca buku hingga selesai, tetapi juga memahami isinya secara mendalam, mengolahnya menjadi tulisan yang bernas, kemudian menyampaikannya dengan percaya diri. Itulah keterampilan literasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Lomba yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan budaya baca sekaligus mengasah kemampuan menulis dan berkomunikasi. Karena itu, setiap proses persiapan dimanfaatkan sebagai sarana belajar, bukan sekadar mengejar hasil akhir perlombaan.

Ditinjau Tenaga Ahli, Gedung KUA Sumberjaya Bersiap Tampil dengan Wajah Baru

Di sela-sela penyusunan naskah, para peserta juga berlatih mengatur intonasi, ekspresi, dan teknik berbicara di depan kamera agar pesan yang disampaikan dalam video resensi mampu menarik perhatian penonton tanpa mengurangi substansi isi buku.

Bagi Nasya Sintya Dewi, mengikuti lomba ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya melihat buku dari sudut pandang yang berbeda.

“Biasanya saya membaca untuk memahami cerita. Sekarang saya belajar menemukan pesan, menilai isi buku secara objektif, lalu menyampaikannya dalam bentuk tulisan dan video. Tantangannya lebih besar, tetapi juga sangat menyenangkan,” ungkapnya.

Melalui pembekalan ini, MAN 3 Majalengka berharap para peserta tampil optimal sekaligus membawa semangat literasi madrasah ke tingkat yang lebih luas. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ikhtiar menumbuhkan generasi pembelajar yang gemar membaca, kritis dalam berpikir, serta mampu mengomunikasikan gagasannya secara santun dan argumentatif, sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam membangun budaya literasi di lingkungan madrasah.

Peringati Hari Anak Nasional, KUA Kecamatan Ligung Gelar Apel Khidmat

kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *