Berita Daerah
Beranda » Berita » MAN 3 Majalengka Matangkan Persiapan Hadapi Indonesia Sharia Financial Olympiad 2026

MAN 3 Majalengka Matangkan Persiapan Hadapi Indonesia Sharia Financial Olympiad 2026

Jatiwangi (KEMENAG) — MAN 3 Majalengka mulai mematangkan persiapan menghadapi Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 melalui bimbingan intensif bagi peserta terpilih. Kegiatan berlangsung di Ruang Belajar Bersama MAN 3 Majalengka, Rabu (22/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan akademik dan mental siswa sebelum mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.

ISFO merupakan ajang olimpiade literasi keuangan syariah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kompetisi ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sistem keuangan syariah sekaligus menumbuhkan budaya literasi dan inklusi keuangan di lingkungan madrasah.

Pelaksanaan ISFO 2026 dijadwalkan berlangsung secara daring mulai 20 Agustus hingga 24 September 2026 dan akan diikuti oleh peserta didik tingkat SMA/MA dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Untuk menghadapi kompetisi tersebut, MAN 3 Majalengka menyiapkan program pembinaan secara bertahap. Materi pembelajaran meliputi konsep dasar ekonomi syariah, perbankan syariah, lembaga keuangan syariah, produk dan jasa keuangan syariah, regulasi, hingga latihan soal yang mengacu pada pola kompetisi ISFO tahun-tahun sebelumnya.

Pembinaan dipandu oleh Rosyidatul Awaliyah, S.Pd., Guru Ekonomi sekaligus pembimbing tim ISFO MAN 3 Majalengka. Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal materi, tetapi juga oleh kemampuan menganalisis kasus dan memahami konsep ekonomi syariah secara utuh.

Delapan Penyuluh Agama Islam Majalengka Ikuti Uji Kompetensi Kenaikan Pangkat Nasional

“Kami berupaya membekali peserta dengan pemahaman yang komprehensif mengenai keuangan syariah sekaligus membangun kesiapan mental mereka dalam menghadapi kompetisi. Pembinaan dilakukan secara bertahap melalui pendalaman materi, diskusi, latihan soal, dan evaluasi berkala sehingga peserta semakin percaya diri ketika mengikuti ISFO,” ujar Rosyidatul.

Ia menambahkan, perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki literasi keuangan sejak usia sekolah. Karena itu, keikutsertaan peserta didik dalam ISFO menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengenalkan berbagai peluang pengembangan karier di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Selama masa pembinaan, peserta juga akan mengikuti simulasi kompetisi berbasis komputer, pembahasan soal secara intensif, serta evaluasi hasil belajar guna mengidentifikasi materi yang masih perlu diperkuat sebelum memasuki tahap perlombaan.

Program pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing peserta didik MAN 3 Majalengka di tingkat provinsi sekaligus memperkuat budaya literasi keuangan syariah di lingkungan madrasah. Melalui ajang ISFO 2026, madrasah tidak hanya mendorong lahirnya prestasi akademik, tetapi juga menyiapkan generasi yang memahami prinsip-prinsip ekonomi syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Kontributor: Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)

Wujudkan Pelayanan Publik yang Nyaman, KUA Palasah Giatkan Perawatan Berkala Program ASRI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *