Jatiwangi (KEMENAG) — Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Jatiwangi menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan keagamaan bersama masyarakat di Pondok Pesantren Al Hanafiyah, Desa Sukarajawetan, Rabu (15/7/2026). Langkah ini dilakukan guna mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat peran majelis taklim sebagai benteng moral dan edukasi keagamaan masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh Perwakilan Penyuluh Agama Islam, Teguh Ridho Nugraha, S.Sos., dilanjutkan dengan jajaran sambutan dari tokoh masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), hingga Kepala KUA.
Konsistensi Majelis Taklim dan Sinergi Lintas Sektor
Ketua FKMT Jatiwangi, Hj. I’ah Syariah, menegaskan pentingnya konsistensi majelis taklim dalam merawat tradisi keilmuan dan menjaga ikatan silaturahmi antarwarga.
“Majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk menjaga tradisi keilmuan Islam dan merawat silaturahmi. Kita harus konsisten agar nilai-nilai kebaikan ini terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat,” ujar I’ah dalam sambutannya.
Dukungan penuh disampaikan oleh jajaran Forkopimcam Jatiwangi. Camat Jatiwangi, Ade Anung Ilyaharja, A.Md. LLAJ, S.Sos., M.Si., menekankan apresiasinya terhadap peran aktif majelis taklim dalam mendukung program-program pembangunan kemasyarakatan di tingkat kecamatan.
“Pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi peran aktif FKMT. Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mental dan spiritual masyarakat. Melalui majelis taklim, kita bersama-sama membangun karakter warga Jatiwangi yang religius, damai, dan sejahtera,” pukas Ade.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Jatiwangi, AKP Rudy Djunardi M, S.H., M.H., CPHR., menyoroti krusialnya kolaborasi antara ulama, pemerintah (umara), dan aparat keamanan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Sinergi antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ketika nilai keagamaan kuat dan keamanan terjaga, pembangunan masyarakat dapat berjalan dengan harmonis,” tegas Rudy.
Mitra Strategis Kemenag di Tingkat Tapak
Kepala KUA Kecamatan Jatiwangi, Drs. H. Sihabudin, M.Ag., turut memberikan apresiasi tinggi atas keaktifan para pengurus majelis taklim yang dinilainya konsisten menjadi benteng moral umat.
“Majelis taklim adalah mitra strategis Kementerian Agama di tingkat tapak. Melalui wadah ini, penyampaian nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan, moderat, dan inklusif dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat,” ungkap Sihabudin.
Penguatan Iman dan Kepedulian Sosial
Pada acara inti, Ketua MUI Kecamatan Jatiwangi, K.H. Zam Zami Chasan, memberikan tausiyah keagamaan. Beliau menekankan bahwa peningkatan kualitas keimanan harus berjalan beriringan dengan wawasan keagamaan yang luas serta kepedulian sosial.
“Peningkatan kualitas keimanan tidak hanya terlihat dari ibadah ritual, tetapi juga dari sejauh mana kita memperluas wawasan keagamaan, memperkuat kepedulian sosial, serta merawat semangat gotong royong di lingkungan sekitar,” tutur K.H. Zam Zami Chasan di hadapan para jamaah.
Komitmen Berkelanjutan
Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun sinergi yang makin solid antara majelis taklim, tokoh agama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat Jatiwangi.
Sebagai langkah tindak lanjut, FKMT Jatiwangi bersama KUA Kecamatan Jatiwangi berkomitmen untuk terus menggaungkan program pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Upaya ini ditujukan untuk mendukung kualitas layanan keagamaan Kementerian Agama sekaligus mewujudkan Kecamatan Jatiwangi yang religius, damai, maju, dan sejahtera.
Kontributor: Hafiez Aliem


Komentar