Jatiwangi – (KEMENAG) – Dalam upaya mengetahui kondisi kebugaran dasar dan respons kerja jantung peserta didik, MAN 3 Majalengka melaksanakan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani di Lapangan Olahraga madrasah setempat pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan asesmen ini menjadi bagian integral dari pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Rangkaian kegiatan yang diikuti dengan tertib dan penuh antusiasme ini bertujuan memetakan kondisi kebugaran peserta didik, sekaligus menjadi dasar penyusunan program pembelajaran fisik yang aman, terukur, dan efektif.
Secara kronologis, sebelum tes dimulai, guru pengampu terlebih dahulu memberikan arahan teknis. Siswa dibekali pengetahuan mengenai cara menghitung denyut jantung, serta pentingnya melakukan pemanasan untuk menjaga keselamatan dan meminimalkan risiko cedera selama mengikuti kegiatan.
Setelah pengarahan selesai, pengukuran dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni tes fleksibilitas dan pengukuran denyut jantung. Pada sesi tes fleksibilitas, setiap siswa diberikan kesempatan melakukan tiga kali percobaan, di mana hasil terbaik dicatat sebagai nilai akhir. Sementara itu, pengukuran denyut jantung dilakukan dengan menghitung denyut nadi selama 15 detik, tepat sebelum dan sesudah aktivitas fisik, yang kemudian hasilnya dikonversi menjadi denyut jantung per menit.
Guru PJOK MAN 3 Majalengka, Siti Mutia Anggraeni, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan asesmen awal yang sangat penting untuk mengetahui kemampuan fisik masing-masing peserta didik.
“Melalui pengukuran ini, kami dapat mengetahui kondisi kebugaran awal setiap siswa. Hasilnya akan menjadi acuan dalam menentukan bentuk dan intensitas aktivitas fisik yang sesuai sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran olahraga dengan lebih aman dan optimal,” ujar Siti Mutia Anggraeni di sela-sela kegiatan.
Bagi peserta didik, hasil pengukuran ini memberikan manfaat langsung agar mereka mengetahui tingkat kebugarannya, sekaligus termotivasi untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat. Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan menjadikan data evaluasi ini sebagai acuan dalam memantau perkembangan kondisi fisik siswa secara berkala, serta menyusun program pembelajaran PJOK yang lebih tepat sasaran.
Melalui inisiatif pemantauan kesehatan peserta didik ini, MAN 3 Majalengka terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aktif. Inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kebugaran ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas mutu pendidikan dan layanan pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Firman Saefatullah (Humas MAN 3 Majalengka)
Editor : Dwi Winarti


Komentar