Majalengka (KEMENAG) – Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti Gedung Olah Raga (GOR) Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, pada Minggu (12/7/2026). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rajagaluh bersama pemerintah setempat dan masyarakat menggelar acara Tasyakur atas kepulangan jamaah haji tahun 1447 H/2026 M yang berasal dari Kecamatan Rajagaluh dan Sindangwangi.
Acara ini menjadi momen syukur atas selesainya seluruh rangkaian ibadah haji para duyufurrahman (tamu-tamu Allah) di Tanah Suci dan kepulangan mereka ke tanah air dalam kondisi sehat walafiat.
Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Rajagaluh, Bani Fadilah Ranandar, S.STP., M.AP.; Kepala KUA Kecamatan Rajagaluh yang diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, H. Abdul Aziz, S.Ag.; Pimpinan KBIHU Al Hisab, KH. Harun Bajuri; serta jajaran pengurus IPHI Kecamatan Rajagaluh dan Sindangwangi.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, H. Maman Suparman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ikhtiar kami dalam menjaga tali silaturahmi. Kami berterima kasih atas dukungan penuh KUA dan Pemerintah Kecamatan yang memastikan seluruh proses kepulangan jamaah berjalan dengan lancar hingga terselenggaranya tasyakur hari ini,” ujarnya.
Mewakili Kepala KUA Rajagaluh, Abdul Aziz yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum IPHI Kecamatan Rajagaluh, menegaskan pentingnya peran jamaah haji pasca-kepulangan.
“KUA senantiasa berkomitmen untuk membina dan mendampingi jamaah. Kami berharap jamaah yang baru kembali ini dapat menjadi mitra KUA dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama dan kemaslahatan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pesan Camat Rajagaluh dan Tausiyah Kemabruran
Camat Rajagaluh, Bani Fadilah Ranandar dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan jamaah.
“Selamat datang kembali di tanah air. Kami mendoakan semoga Bapak dan Ibu sekalian meraih predikat haji mabrur. Semoga kepulangan Anda menjadi teladan serta pembawa keberkahan bagi lingkungan sekitar dan meningkatkan kualitas spiritual di wilayah Rajagaluh serta Sindangwangi,” ungkap Bani.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ketua MUI Kecamatan Rajagaluh, KH. Nunung Nursalim. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa esensi haji mabrur justru diuji setelah seseorang kembali ke tanah air.
“Haji mabrur itu tidak terlihat dari gelar atau atribut, melainkan dari perubahan perilaku yang lebih baik. Jika setelah menunaikan haji, Bapak dan Ibu semakin santun tutur katanya, semakin peduli dengan sesama, dan semakin istiqamah dalam ibadah, itulah tanda nyata kemabruran haji yang mabrur. Ingatlah bahwa haji yang diterima Allah adalah haji yang meninggalkan dampak positif bagi diri sendiri dan orang banyak,” jelas Nunung.
Rangkaian Acara dan Kepedulian Sosial
Selain penyampaian sambutan dan tausiyah, acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Isnen Isnaeni, SHI, serta lantunan Mahalul Qiyam oleh Grup Al Mubin dari Kecamatan Sindangwangi.
Dalam semangat berbagi, panitia juga memberikan santunan kepada 27 orang anak yatim piatu. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Sholihin dan diakhiri dengan prosesi mushafahah (bersalam-salaman) sebagai simbol kerukunan antar jamaah, tokoh masyarakat, dan pemerintah.
Kontributor : Endang Mu’min/Abdul Aziz


Komentar