Berita Daerah MAN

Tumpeng, Cara Siswa Tata Boga MAN 3 Majalengka Merawat Tradisi Kuliner Sunda

Jatiwangi (KEMENAG) — Aroma nasi gurih berpadu dengan aneka lauk dan warna-warni hiasan sayuran memenuhi Laboratorium Kitchen MAN 3 Majalengka, Kamis (8/10/2026). Di tempat itu, siswa program keterampilan Tata Boga mempraktikkan pembuatan nasi tumpeng, sajian tradisional yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Sunda yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Bagi para siswa, praktik membuat tumpeng bukan sekadar kegiatan memasak. Mereka belajar mengenali bahan, mengolah nasi gurih, menyiapkan lauk-pauk pendamping, hingga menata hiasan atau garnishing agar sajian terlihat menarik. Setiap tahapan menjadi kesempatan untuk mengasah ketelitian, kreativitas, dan keterampilan mengolah makanan tradisional.

Guru Pembimbing Keterampilan Tata Boga MAN 3 Majalengka, Sri Bidiyanti, S.Pd., menjelaskan bahwa praktik tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan kembali kekayaan kuliner lokal kepada peserta didik. Melalui pengalaman langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami teknik pengolahan makanan, tetapi juga mengenal dan menghargai tradisi kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kami ingin mengajak para siswa untuk mengenal kembali dan mencintai menu-menu jaman baheula (masa lalu). Namun, agar tetap relevan dan diminati generasi milenial serta Gen Z, resep-resep tradisional tersebut kami sentuh dengan variasi dan teknik penyajian kekinian,” ujar Sri Bidiyanti saat membimbing praktik siswa.

Selama pembelajaran berlangsung, siswa berlatih memperhatikan rasa, tekstur, kebersihan, serta tampilan hidangan. Penataan lauk dan hiasan menjadi bagian penting dalam proses penyajian. Dari kegiatan tersebut, mereka belajar bahwa hidangan yang baik tidak hanya mengandalkan cita rasa, tetapi juga membutuhkan teknik pengolahan dan penyajian yang tepat.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

Pembelajaran berbasis praktik ini sekaligus memperkuat keterampilan vokasional siswa, baik dari sisi teknis maupun sikap kerja. Ketelitian, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan mengelola proses memasak menjadi bekal penting yang dapat diterapkan ketika mereka memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha kuliner secara mandiri.

Di sisi lain, pengenalan kuliner tradisional membuka wawasan siswa tentang potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. Sajian yang telah dikenal masyarakat dapat dikembangkan melalui kreativitas resep dan penyajian tanpa menghilangkan karakter aslinya. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan dan jiwa kewirausahaan.

Melalui pembelajaran pembuatan nasi tumpeng, MAN 3 Majalengka berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus bermakna bagi masa depan siswa. Dari laboratorium kitchen, para peserta didik belajar bahwa menjaga tradisi tidak cukup hanya dengan mengenalnya, tetapi juga dengan mempraktikkan dan mengembangkannya secara kreatif agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Kontributor : Firman Saefatullah

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *