Rajagaluh (KEMENAG) — Tim MVC MAN 2 Majalengka berhasil meraih juara II tingkat SLTA/sederajat se-Ciayumajakuning dalam ajang Hityagana Videography Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas YPIB. Prestasi ini menjadi bukti kreativitas dan kepedulian murid terhadap isu sosial, khususnya perundungan yang kerap dianggap sebagai hal biasa, padahal dapat meninggalkan luka mendalam bagi korbannya pada Sabtu (25/10/2026).
Kompetisi tersebut mengangkat tema “Behind The Silence” atau “Di Balik Keheningan”, dengan subtema “Memahami Luka yang Tak Terlihat, Menghentikan Perundungan yang Sering Dianggap Biasa”. Pengumpulan karya berlangsung pada 16–20 Oktober 2026, pengumuman pemenang dilaksanakan pada 22 Oktober 2026, dan penyerahan piala pada 24 Oktober 2026.
Tim MVC MAN 2 Majalengka terdiri atas lima murid, yaitu Muhamad Alif Arrohman, Raihan Ferdiansyah, Muhammad Abduh Arrifa’i, Arini Junianti, dan Rahma Komariah Carsim. Melalui karya videografi, mereka menyampaikan pesan mengenai pentingnya memahami perasaan orang lain dan meningkatkan kepedulian terhadap dampak perundungan.
Tema yang diangkat mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa seseorang yang terlihat diam belum tentu berada dalam keadaan baik-baik saja. Sikap diam dapat menyembunyikan kesedihan, ketakutan, atau tekanan yang tidak selalu terlihat oleh orang-orang di sekitarnya.
Melalui pendekatan kreatif dan visual, karya tersebut menjadi sarana untuk menyuarakan pentingnya empati, keberanian untuk peduli, serta tindakan nyata dalam mencegah perundungan. Pesan ini diharapkan dapat mendorong murid untuk membangun lingkungan pergaulan yang aman, saling menghargai, dan bebas dari tindakan yang merendahkan orang lain.
Pembina MVC MAN 2 Majalengka, Yulia Ningsih, S.Pd., mengapresiasi pencapaian tim yang telah menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian juara II dalam Hityagana Videography Challenge 2026. Prestasi ini bukan hanya tentang kemampuan menghasilkan karya video, tetapi juga tentang bagaimana murid menyampaikan pesan yang bermakna bagi masyarakat. Semoga pengalaman ini semakin memotivasi mereka untuk terus berkarya, berprestasi, dan peka terhadap persoalan di sekitar,” ungkap Yulia.
Yulia berharap prestasi tersebut dapat menjadi dorongan bagi murid lainnya untuk mengembangkan potensi, berani mengikuti kompetisi, dan memanfaatkan kreativitas sebagai sarana menyebarkan pesan positif.
Salah satu anggota tim, Muhamad Alif Arrohman, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih bersama rekan-rekannya. Menurutnya, kompetisi ini memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan sosial melalui videografi.
“Kami bersyukur bisa meraih juara II dalam kompetisi ini. Melalui tema Behind The Silence, kami ingin mengajak semua orang untuk lebih peka terhadap keadaan orang lain. Perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa karena bisa memberikan dampak bagi orang yang mengalaminya. Kami berharap karya ini dapat mengingatkan kita untuk lebih peduli, saling menghargai, dan berani menghentikan perundungan,” ujar Alif.
Prestasi MVC MAN 2 Majalengka dalam Hityagana Videography Challenge 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi murid untuk terus mengembangkan bakat di bidang seni dan videografi. Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini membawa pesan bahwa kreativitas dapat menjadi media edukasi untuk membangun kesadaran, menumbuhkan empati, dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman serta bebas dari perundungan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar