Berita Daerah

Inovasi Demokrasi Digital, MTsN 3 Majalengka Gelar Pilketos Berbasis E-Voting

Ligung (KEMENAG) — Pemanfaatan teknologi digital mulai mewarnai praktik demokrasi di lingkungan madrasah. MTsN 3 Majalengka menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM/OSIS) masa bakti 2027 secara daring menggunakan sistem Electronic Voting (E-Voting) di laboratorium komputer madrasah, Selasa (27/10/2026). Melalui pemilihan berbasis digital ini, madrasah mengajak peserta didik belajar berdemokrasi sekaligus mengenal pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Pemungutan suara yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, serta tenaga pendidik dan kependidikan. Majelis Perwakilan Kelas (MPK) MTsN 3 Majalengka bertindak sebagai panitia pelaksana. Para siswa dipanggil secara bergiliran berdasarkan kelas untuk memasuki laboratorium komputer dan menggunakan hak pilih masing-masing.

Seluruh proses pemilihan berlangsung melalui laman khusus E-Voting Pilketos yang dikembangkan oleh operator madrasah melalui alamat e-voting.negama.web.id. Setiap siswa mengakses sistem dengan menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sebagai nama pengguna dan kata sandi. Setelah berhasil masuk, pemilih dapat membaca visi dan misi pasangan calon sebelum menentukan pilihannya.

Dua pasangan calon bersaing dalam pemilihan tersebut. Pasangan nomor urut 1 terdiri atas Jahara Nur Suci dari kelas VIII H dan Iqbal Kamaludin dari kelas VIII A. Sementara itu, pasangan nomor urut 2 diwakili Haya Hayuni dari kelas VIII E dan Humaira Rahma Kamila dari kelas VIII A.

Setelah mencermati gagasan dan program yang ditawarkan masing-masing pasangan, siswa memberikan suara dengan mengeklik menu “Pilih Kandidat Ini”. Mekanisme tersebut membuat proses pemungutan suara berlangsung lebih praktis melalui perangkat komputer, tanpa menggunakan surat suara secara konvensional.

Kenali Bahaya, 552 Siswa Dapatkan Edukasi Mitigasi Kebakaran

Partisipasi dalam Pilketos juga melibatkan para guru dan tenaga kependidikan. Mereka turut memberikan suara melalui sistem yang sama dengan menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP) masing-masing. Keterlibatan seluruh warga madrasah ini memberikan pengalaman demokrasi yang lebih luas bagi peserta didik, sekaligus memperlihatkan bahwa pemilihan pemimpin organisasi membutuhkan partisipasi dan tanggung jawab bersama.

Salah satu keunggulan penerapan E-Voting terlihat pada proses pemantauan hasil suara. Perolehan suara dari masing-masing pasangan calon dapat diketahui secara langsung (real-time) melalui Papan Interaktif Digital yang tersedia. Dengan demikian, perkembangan hasil pemilihan dapat dipantau tanpa harus menunggu penghitungan surat suara secara manual.

Pembina OSIS MTsN 3 Majalengka, Asep Supriana, S.Pd.I., bersama Ratini, S.Pd.I., menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dalam Pilketos bukan sekadar mengikuti perkembangan digital. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pelaksanaan pemilihan yang memenuhi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

Menurut keduanya, pengalaman mengikuti pemilihan secara langsung melalui sistem digital diharapkan dapat membentuk pemahaman siswa mengenai pentingnya menghargai pilihan, menentukan keputusan secara bertanggung jawab, serta menerima hasil demokrasi.

“Kami berharap proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS ini dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepengurusan yang terbaik bagi seluruh civitas akademika. Semoga siswa yang terpilih nantinya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab di OSIS dengan sungguh-sungguh serta penuh amanah,” ujar Asep.

Prestasi Membubung Tinggi! Empat Penggalang MTsN 6 Majalengka Lolos Pramuka Garuda 2026

Setelah proses pemilihan selesai, pasangan yang memperoleh kepercayaan akan ditetapkan sebagai pengurus terpilih, kemudian mengikuti pelantikan dan pembinaan khusus. Pembinaan tersebut menjadi bekal agar mereka mampu menjalankan tugas organisasi, menyusun program kerja, serta mengembangkan kegiatan kesiswaan secara lebih terarah.

Penerapan E-Voting di MTsN 3 Majalengka memperlihatkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari lingkungan pendidikan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Madrasah bukan hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang belajar untuk membangun karakter, kepemimpinan, integritas, dan kecakapan teknologi. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh sebagai generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

editor: D.Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *