Jatiwangi (KEMENAG) — Kepala dan 15 guru MTsN 10 Majalengka mengikuti pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara daring dari Ruang Perpustakaan dan Ruang Guru madrasah, Kamis (8/10/2026).
Ke-15 guru tersebut terdiri dari guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Akidah Akhlak, Fikih, Quran Hadis, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Inggris. Asesmen ini dilaksanakan berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) selama 90 menit dengan memanfaatkan aplikasi Safe Exam Browser (SEB). Seluruh alur penjadwalan, penyiapan username, hingga pembuatan password akses kegiatan diintegrasikan secara terpusat melalui aplikasi Education Management Information System Guru dan Tenaga Kependidikan (EMIS GTK) Kementerian Agama.
Sesuai ketentuan Kementerian Agama, sasaran peserta AKGTK mencakup seluruh Guru, Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah, Tenaga Perpustakaan, dan Tenaga Laboratorium dengan kualifikasi pendidikan minimal D4/S1 yang terdaftar aktif dalam basis data EMIS GTK.
Penyelenggaraan AKGTK ini bertujuan untuk memetakan capaian kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan secara akurat. Hasil dari asesmen ini nantinya akan menjadi acuan utama bagi Kementerian Agama dalam menyusun program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) serta perancangan pembinaan karier pegawai yang tepat sasaran dan berkesinambungan.
Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I., sangat menyambut dan mendukung penuh kegiatan AKGTK ini.
“Pelaksanaan AKGTK Kemenag RI ini merupakan momentum yang sangat berharga sekaligus instrumen penting bagi madrasah. Melalui asesmen ini, kita tidak hanya sekadar mengukur kemampuan pedagogik, profesional, dan manajerial secara objektif, tetapi juga membuka jalan terang untuk pemetaan mutu pendidikan yang berkelanjutan, karena hasilnya akan menjadi landasan strategis dalam meningkatkan kompetensi guru serta tenaga kependidikan demi mewujudkan madrasah yang hebat, bermartabat, dan berdaya saing global”, ujar Dadang setelah menyelesaikan asesmen tersebut.
Salah satu peserta asesmen, Siti Sumiyati, M.Pd., menyampaikan kesannya seusai menyelesaikan tahapan ujian.
“Alhamdulillah, proses asesmen berbasis digital ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menjadi pemicu bagi kami para pendidik untuk terus mengevaluasi dan mengukur diri, sehingga ke depan kami dapat terus meningkatkan kemampuan pedagogik dan profesionalisme dalam mendidik siswa-siswi di MTsN 10 Majalengka,” tuturnya.
Pelaksanaan asesmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara berkesinambungan terhadap peningkatan mutu pendidikan serta kualifikasi SDM di MTsN 10 Majalengka, guna mewujudkan tata kelola layanan pendidikan madrasah yang semakin unggul dan berkualitas.
Kontributor: Mutia Meilinia


Komentar