Berita Daerah MAN

Tingkatkan Pemahaman Ilmu Nahwu, Santri Al-Badar Ikuti Pengajian Rutin Nahwul Basith

Talaga (KEMENAG) — Guna memperkuat penguasaan tata bahasa Arab, mengasah ketelitian membaca kitab kuning, serta melestarikan tradisi keilmuan pesantren berbasis teknologi digital, MAN 1 Majalengka mengoptimalkan kajian keagamaan santri. Kegiatan Pengajian Rutin Kitab Nahwul Basith Materi Evaluasi Bagian-Bagian I‘rab tersebut diikuti oleh seluruh santri putra dan putri Boarding School Al-Badar di Masjid Nurhidayah MAN 1 Majalengka, Senin (19/10/2026).

Rangkaian kegiatan kajian harian dilaksanakan pada malam hari, dimulai ba’da salat Magrib hingga menjelang salat Isya. Dibimbing langsung oleh pengajar pesantren, K. Mustopa, M.Pd., para santri mengikuti pendalaman serta evaluasi materi kaidah i‘rab yang menjadi fondasi utama tata bahasa Arab. Dalam proses pembelajarannya, pengajar memanfaatkan media proyektor (infocus) untuk menayangkan skema kaidah dan sintaksis bahasa secara terstruktur dan visual. Penggunaan media digital ini terbukti memudahkan para santri dalam mencermati bagian-bagian i‘rab, memahami perubahan harakat akhir kata, serta menganalisis struktur kalimat Arab secara mendalam dan terarah.

Penyelenggaraan pengajian rutin kitab turats berkonsep modern ini dirancang sebagai sarana penguatan literasi keagamaan dan pembentukan karakter (character building) santri tahfidz. Melalui kombinasi kajian kitab kuning dan pemanfaatan media visual, para santri dibina agar memiliki kedalaman ilmu keislaman, kedisiplinan belajar di pesantren, serta kecakapan praktis dalam mengkaji teks-teks Arab klasik maupun modern.

Dewan Asatidz Boarding School Al-Badar MAN 1 Majalengka, Susi Indah Purnamasari Al-Qoniah, menyampaikan bahwa pengkajian kitab Nahwul Basith menjadi modal krusial bagi santri dalam memahami literatur Islam.

“Pengajian rutin kitab Nahwul Basith ini merupakan agenda penting dalam membangun tradisi keilmuan santri Al-Badar. Dengan memanfaatkan infocus sebagai media visual, materi evaluasi bagian-bagian i‘rab dapat disampaikan secara lebih jelas, terstruktur, dan mudah dipahami oleh seluruh santri,” ujar Susi.

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

Lebih lanjut, beliau berharap agar kebiasaan mengkaji kaidah tata bahasa ini terus memicu ketekunan santri dalam menuntut ilmu.

“Melalui kajian rutin ini, kami berharap para santri semakin memahami materi Nahwul Basith, lebih teliti dalam mempelajari kaidah bahasa Arab, serta memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu. Semoga pengajian ini membentuk generasi santri yang berilmu, disiplin, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, dewan asatidz Boarding School Al-Badar MAN 1 Majalengka akan mengagendakan simakan hafalan matan serta praktik muhadatsah dan baca kitab secara berkala untuk menguji penerapan ilmu nahwu yang telah dipelajari.

Melalui keberlanjutan pembinaan keagamaan dan pengkajian kitab secara terstruktur ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademis dan spiritual santri, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Kelahiran Putri Ketiga Nana Misnara, GTK MAN 3 Majalengka Pererat Ikatan Kekeluargaan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *