Jatiwangi (KEMENAG)— Mengolah bahan makanan dengan perlengkapan berkemah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi peserta Penerimaan Calon Penegak (Pecapa) MAN 3 Majalengka. Melalui kegiatan Survival Time di Bumi Perkemahan (Buper) Leles, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Senin (5/10/2026), peserta berlatih mengandalkan kemampuan diri, berbagi tugas, dan bekerja sama untuk menyiapkan hidangan bagi regu masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pecapa 2026 yang dirancang untuk membekali calon anggota Pramuka Penegak dengan keterampilan praktis di alam terbuka. Peserta ditantang mengolah bahan makanan secara mandiri dengan memanfaatkan perlengkapan yang tersedia selama perkemahan.
Dalam pelaksanaannya, setiap regu perlu mengatur pembagian tugas agar proses menyiapkan makanan berjalan efektif. Kerja sama menjadi kunci, mulai dari menyiapkan bahan, mengatur perlengkapan memasak, hingga menyajikan hidangan. Situasi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang pentingnya komunikasi, tanggung jawab, kreativitas, dan pengelolaan sumber daya secara bijak.
Pembina Pramuka Putra MAN 3 Majalengka, Solehudin, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan Survival Time tidak hanya berorientasi pada keterampilan memasak, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta.
“Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajarkan cara bertahan hidup dengan sarana terbatas di alam terbuka, tetapi juga dilatih bekerja sama, meningkatkan kepedulian antaranggota regu, serta mengasah kreativitas dalam mengolah bahan makanan,” ujar Solehudin.
Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi calon Pramuka Penegak. Peserta berkesempatan menerapkan keterampilan secara langsung, menghadapi tantangan bersama, serta belajar mengambil keputusan sesuai kondisi yang dihadapi. Nilai-nilai itu penting dalam membangun pribadi yang tidak mudah menyerah dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Selain kemandirian, Survival Time juga menumbuhkan semangat gotong royong. Setiap anggota regu memiliki peran yang saling mendukung sehingga keberhasilan kegiatan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kekompakan kelompok. Melalui proses tersebut, peserta belajar bahwa tanggung jawab bersama menjadi bagian penting dalam mencapai tujuan.
Kegiatan ini sekaligus memperkaya pengalaman peserta selama mengikuti Pecapa 2026. Pembelajaran di alam terbuka memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas, terutama dalam hal pemecahan masalah, kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui Survival Time, Pramuka MAN 3 Majalengka diharapkan mampu membentuk calon Penegak yang mandiri, tangguh, kreatif, dan bertanggung jawab. Pengalaman selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar