Jatiwangi (Kemenag) — Siswa MTsN 2 Majalengka memanfaatkan sampah plastik bekas menjadi wadah komposter dalam kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan madrasah, Jumat (18/9/2026). Didampingi Ade Yeni Sukmayanti, S.T., para siswa belajar mengolah barang bekas sekaligus memanfaatkan sampah organik agar memiliki nilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan galon air mineral bekas sebagai bahan utama pembuatan wadah komposter. Pemanfaatan galon bekas ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik sekaligus mengajarkan siswa bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengelolaan lingkungan.
Ade Yeni Sukmayanti, S.T., menjelaskan bahwa pembuatan komposter dilakukan dengan memanfaatkan dua galon bekas. Galon pertama digunakan sebagai wadah untuk menampung bahan sampah organik, seperti daun-daun kering berwarna cokelat, kulit pisang, dan kulit melon.
“Untuk membuat wadah komposter, kami memanfaatkan galon air mineral bekas. Galon pertama digunakan sebagai tempat bahan sampah organik, seperti daun-daun kering, kulit pisang, dan kulit melon. Bagian atas galon dipotong, tetapi tidak seluruhnya, sehingga masih bisa dibuka dan ditutup,” jelas Ade.
Pada bagian bawah galon pertama kemudian dibuat sejumlah lubang menggunakan solder. Lubang tersebut berfungsi sebagai jalur keluarnya air hasil penguraian sampah organik atau air lindi.
Sementara itu, galon kedua dimanfaatkan sebagai bagian bawah komposter sekaligus tempat penampungan air lindi. Galon tersebut dipotong sekitar sepertiga bagian sehingga dapat ditempatkan di bawah wadah utama.
“Galon yang kedua dipotong sekitar sepertiga bagian dan digunakan sebagai tempat penampungan air lindi. Jadi, air yang keluar dari proses penguraian sampah organik dapat tertampung dan tidak langsung terbuang,” lanjut Ade.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal proses pengelolaan sampah organik sekaligus memanfaatkan kembali sampah plastik. Siswa tidak hanya belajar membuat komposter, tetapi juga memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Majalengka terus mendorong keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan. Pemanfaatan galon bekas sebagai komposter menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mengajarkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar