Berita Daerah MAN

Solehudin, Guru Akidah Akhlak MAN 3 Majalengka, Jadikan AKGTK 2026 Momentum Evaluasi Diri

Jatiwangi (KEMENAG) — Mengikuti asesmen bukan sekadar menyelesaikan tahapan evaluasi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru untuk mengenali kemampuan diri dan menentukan langkah pengembangan profesional. Semangat inilah yang mengiringi Solehudin, S.Pd.I., Guru Akidah Akhlak MAN 3 Majalengka, saat mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah Tahun 2026 di titik kumpul MAN 3 Majalengka, Selasa (6/10/2026).

Solehudin mengikuti asesmen pada sesi kedua, pukul 10.40–12.40 WIB, dengan mengerjakan soal secara daring menggunakan laptop. Baginya, keikutsertaan dalam AKGTK menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kompetensi yang dimiliki sekaligus membuka ruang untuk terus belajar sebagai pendidik.

Sebagai guru Akidah Akhlak, pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu terus meningkatkan kemampuan agar proses pembelajaran berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

AKGTK menjadi instrumen pemetaan kompetensi yang diselenggarakan Kementerian Agama untuk memperoleh gambaran kemampuan guru dan tenaga kependidikan madrasah. Pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang pembinaan dan pengembangan profesionalisme secara lebih terarah.

Solehudin memandang asesmen ini sebagai kesempatan untuk merefleksikan kompetensi yang selama ini diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Hasilnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui aspek yang perlu diperkuat dan dikembangkan.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

“AKGTK menjadi kesempatan bagi guru untuk mengukur sekaligus merefleksikan kompetensi yang dimiliki. Hasil asesmen ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkap Solehudin.

Pelaksanaan AKGTK secara daring juga menuntut kesiapan peserta dalam mengikuti prosedur asesmen dan memanfaatkan perangkat teknologi. Solehudin mengikuti tahapan tersebut sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, sebagai bagian dari pelaksanaan program pemetaan kompetensi guru madrasah.

Keikutsertaan Solehudin dalam AKGTK 2026 sejalan dengan arahan Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., yang menekankan pentingnya asesmen sebagai instrumen pemetaan, bukan untuk menghakimi kemampuan guru.

“AKGTK bukan untuk menilai baik buruk guru, tetapi untuk pemetaan kompetensi agar pembinaan guru madrasah ke depan lebih tepat sasaran. Saya harap semua peserta mengerjakan dengan jujur dan maksimal,” ujarnya.

Bagi Solehudin, semangat untuk terus mengembangkan diri merupakan bagian dari tanggung jawab profesional seorang guru. Evaluasi kompetensi perlu diikuti dengan kemauan memperbaiki praktik pembelajaran agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Melalui AKGTK 2026, Solehudin diharapkan dapat menjadikan hasil pemetaan sebagai pijakan untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar guru MAN 3 Majalengka dalam menghadirkan pembelajaran Akidah Akhlak yang berkualitas, bermakna, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *