Majalengka (Kemenag) — Prestasi peserta didik madrasah kembali mendapat apresiasi. Rindu Ihza Hayana, siswi MTsN 8 Majalengka, menerima piala penghargaan atas capaian dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Majalengka pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penyerahan penghargaan berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kamis (17/9/2026).
Prosesi penyerahan berlangsung dalam suasana hangat dengan kehadiran jajaran pejabat Kemenag Kabupaten Majalengka, pendidik, serta perwakilan MTsN 8 Majalengka. Piala diserahkan kepada Rindu sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang diraihnya dalam ajang kompetisi akademik antarpeserta didik madrasah tersebut.
Bagi madrasah, penghargaan itu memiliki arti lebih dari sekadar pencapaian seorang siswa. Prestasi Rindu menunjukkan hasil dari proses belajar yang dijalani secara konsisten, sekaligus menggambarkan peran guru dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada peserta didik yang memiliki potensi akademik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MTsN 8 Majalengka, H. Sabur Gunawan, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi dalam penyerahan penghargaan tersebut menyampaikan rasa syukur atas capaian Rindu. Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari kedisiplinan belajar yang berjalan beriringan dengan bimbingan para guru.
“Alhamdulillah, prestasi yang diraih oleh Ananda Rindu Ihza Hayana adalah buah dari kedisiplinan belajar dan bimbingan maksimal dari para guru. Keberhasilan ini membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki daya saing yang tinggi, khususnya di bidang keilmuan IPS,” ungkap Sabur.
Ia menambahkan, capaian tersebut akan menjadi pijakan bagi MTsN 8 Majalengka untuk memperkuat pembinaan peserta didik yang memiliki potensi di berbagai bidang. Program pembinaan akan terus diintensifkan sebagai persiapan menghadapi kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
“Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan terus mengintensifkan program pembinaan bagi siswa-siswi berpotensi untuk menghadapi kompetisi di jenjang yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Pembinaan peserta didik berprestasi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu memberi ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya. Kompetisi seperti OMI juga memberikan pengalaman bagi peserta didik untuk menguji pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghadapi tantangan secara terarah.
Capaian Rindu sekaligus menjadi kabar baik bagi keluarga besar MTsN 8 Majalengka. Prestasi tersebut dapat menjadi pemantik bagi peserta didik lainnya untuk berani mengikuti berbagai ajang kompetisi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Bagi para guru, capaian itu menjadi dorongan untuk terus memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi setiap peserta didik.
Di tingkat Kemenag Kabupaten Majalengka, prestasi peserta didik madrasah juga menjadi bagian dari gambaran perkembangan kualitas pendidikan madrasah. Capaian akademik yang diraih melalui proses pembinaan menunjukkan bahwa madrasah memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, baik dalam penguasaan ilmu pengetahuan maupun pengalaman berkompetisi.
Penyerahan piala ini pun tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Madrasah berencana melanjutkan pembinaan terhadap siswa-siswi yang memiliki potensi agar capaian yang telah diraih dapat berkembang dan menjadi bekal untuk mengikuti kompetisi pada tingkat berikutnya.
Prestasi Rindu menjadi satu catatan positif dari proses panjang pendidikan di madrasah. Di balik sebuah piala terdapat ketekunan belajar, pendampingan guru, serta dukungan lingkungan pendidikan yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, capaian tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak peserta didik madrasah yang mampu berprestasi dan memiliki daya saing, sekaligus ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Susi Supina Maelani
editor: D.Win


Komentar