Berita Daerah MAN

Siswa MAN 3 Majalengka Promosikan Tradisi Mengaji Kitab Kuning pada Hari Santri

Jatiwangi (KEMENAG) — Tradisi mengaji kitab kuning menjadi salah satu warisan keilmuan pesantren yang berperan penting dalam memperdalam pemahaman agama Islam dan membentuk akhlak generasi muda. Semangat tersebut diperkenalkan oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka melalui penampilan edukatif dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di lapangan madrasah, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh warga madrasah tersebut menampilkan para santri yang memperagakan aktivitas mengaji sekaligus menjelaskan manfaatnya. Melalui penampilan ini, siswa mengajak warga madrasah untuk mengenal tradisi pembelajaran pesantren yang tidak hanya mencakup membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari dan mengkaji kitab-kitab klasik untuk memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.

Kitab kuning menjadi bagian penting dalam tradisi keilmuan pesantren karena memuat berbagai pembahasan keislaman, seperti fikih, akidah, akhlak, tafsir, hadis, dan tata bahasa Arab. Melalui bimbingan guru atau kiai, proses pengkajian kitab membantu santri memahami kandungan ilmu agama, mengenali penjelasan para ulama, serta menerapkan pengetahuan tersebut secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Sekretaris Pesantren MAN 3 Majalengka, Maman, S.Pd., mengapresiasi promosi kegiatan mengaji yang ditampilkan para siswa dalam momentum Hari Santri Nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menumbuhkan ketertarikan pelajar terhadap kegiatan mengaji.

“Promosi mengaji melalui penampilan para siswa ini menjadi cara yang baik untuk mengenalkan kembali tradisi pesantren kepada warga madrasah. Mengaji bukan hanya membaca, tetapi juga mempelajari dan mengkaji kitab-kitab para ulama agar kita memperoleh pemahaman agama Islam yang lebih mendalam dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkap Maman.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bahwa mengaji merupakan bagian penting dari proses menuntut ilmu yang perlu dilestarikan oleh generasi muda. Melalui kebiasaan mengaji, pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga belajar tentang ketekunan, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, dan pentingnya menjaga akhlak.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat belajar yang telah lama menjadi ciri khas pesantren. Tradisi mengaji kitab kuning mengajarkan bahwa pemahaman agama memerlukan proses belajar yang berkesinambungan, ketelitian dalam memahami teks, serta bimbingan dari guru yang kompeten.

Bagi MAN 3 Majalengka, kegiatan promosi mengaji ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan jiwa santri dalam diri pelajar. Nilai-nilai kesantrian diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan belajar, penguatan pemahaman agama, dan penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak siswa untuk mengenal, mengikuti, dan mendalami tradisi mengaji, termasuk kajian kitab-kitab klasik dengan bimbingan yang tepat. Dengan demikian, warisan keilmuan pesantren dapat terus terpelihara dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Kontributor : Firman Saefatullah

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *