Berita Daerah MAN

Siswa MAN 1 Majalengka Petik Hikmah Keberanian dan Kepemimpinan dari Perang Mu’tah

Talaga (KEMENAG) — Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti pelaksanaan ibadah salat Jumat khusyuk di Masjid MAN 1 Majalengka pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ibadah mingguan ini menghadirkan narasumber Lapid, S.Pd.I., yang menyampaikan khutbah bertema “Pelajaran dari Perang Mu’tah”.

Dalam khutbahnya, Lapid memaparkan rangkaian pelajaran berharga (ibrah) dari peristiwa sejarah Perang Mu’tah yang relevan untuk pembentukan karakter peserta didik. Terdapat tiga poin utama yang ditekankan kepada para siswa, yakni keberanian membela kebenaran, jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, serta pentingnya mengutamakan strategi dan kecerdasan dalam menghadapi tantangan.

“Peristiwa Perang Mu’tah bukan sekadar sejarah pertempuran, melainkan madrasah kehidupan yang mengajarkan kita tentang integritas dan keteguhan iman,” ujar Lapid saat menyampaikan khutbahnya.

Para sahabat Nabi dipaparkan menunjukkan keberanian dan keteguhan luar biasa dalam menjalankan amanah. Keberanian tersebut dinilai bukan sekadar bertindak tanpa perhitungan, melainkan berpegang teguh pada kebenaran dengan penuh tanggung jawab.

“Kita harus berani berkata jujur, membela teman yang diperlakukan tidak adil, serta mempertahankan prinsip yang benar dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Lapid di hadapan ratusan siswa yang menjadi jemaah salat Jumat.

Sumpah Pemuda di MTsN 13 Majalengka: Kepala Madrasah Tekankan Akhlak dan Penguatan Layanan Madrasah

Lebih lanjut, khatib menjelaskan teladan kepemimpinan dari para panglima Perang Mu’tah seperti Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Ketiganya menjalankan amanah kepemimpinan dengan kesungguhan, mengutamakan kepentingan bersama, serta bersedia berkorban demi kebaikan.

“Seorang Pemimpin sejati lahir dari rasa tanggung jawab yang tinggi. Jangan pernah takut mengambil peran dan bersedia berkorban demi kemaslahatan bersama,” tambah Lapid mengingatkan para siswa.

Penyampaian materi khutbah tematik ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan mental kerohanian serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah bagi seluruh siswa MAN 1 Majalengka. Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah merencanakan penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan keteladanan sejarah Islam secara berkelanjutan melalui kegiatan keagamaan siswa.

Melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan ini, diharapkan seluruh jemaah dan siswa dapat mengamalkan pelajaran dari Perang Mu’tah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor : Wawan Abdul Gani

Bukan Sekadar Upacara, MIN 6 Majalengka Tanamkan Semangat Pemuda Berkarakter

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *