Berita Daerah MAN

Shalat Duha dan Aurad di MAN 3 Majalengka, Siswa Rasakan Ketenangan dan Latihan Disiplin

Jatiwangi (KEMENAG) — Bagi Satria Agung Nursahid, Shalat Duha dan pembacaan aurad bersama bukan sekadar rangkaian kegiatan keagamaan. Ketua Ekstrakurikuler Keagamaan MAN 3 Majalengka itu merasakan suasana lebih tenang dan kesiapan menjalani aktivitas setelah mengikuti ibadah bersama di lapangan madrasah, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti siswa, guru, dan tenaga kependidikan MAN 3 Majalengka. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan peserta, dilanjutkan Shalat Duha berjemaah, kemudian pembacaan aurad atau wirid yang dipimpin oleh guru pembimbing keagamaan.

Satria mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman positif karena warga madrasah dapat mengawali aktivitas dengan ibadah secara bersama-sama.

“Setelah mengikuti Shalat Duha dan membaca aurad bersama, saya merasa lebih tenang dan pikiran lebih siap untuk mengikuti kegiatan di madrasah. Suasananya juga terasa berbeda karena kami bisa beribadah bersama-sama,” ujar Satria.

Menurutnya, pembiasaan tersebut dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menjaga kebiasaan beribadah di tengah kegiatan pembelajaran.

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya melaksanakan salat, tetapi juga mengajak kami membiasakan zikir dan mengingat Allah sebelum memulai kegiatan. Semoga bisa terus dilaksanakan secara rutin,” katanya.

Sementara itu, siswa MAN 3 Majalengka lainnya, Radiyana, melihat kegiatan tersebut dari sisi kedisiplinan. Menurutnya, pelaksanaan ibadah bersama melatih siswa untuk mengikuti kegiatan secara tertib, tepat waktu, dan sesuai dengan rangkaian yang telah ditentukan.

“Bagi saya, kegiatan ini juga menjadi latihan kedisiplinan. Kami harus datang tepat waktu, mengikuti arahan, menempatkan diri dengan tertib, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan sampai selesai. Kebiasaan seperti ini bisa diterapkan dalam kegiatan belajar maupun kegiatan lainnya,” ujar Diyana.

Diyana menilai kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan keagamaan memiliki nilai penting karena siswa belajar mengatur waktu sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan yang diikuti.

“Kami belajar bahwa ibadah juga membutuhkan kedisiplinan. Ketika sudah waktunya berkumpul, kami harus segera bersiap dan tidak menunda. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kami belajar untuk lebih tertib dalam mengatur waktu,” katanya.

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

Pelaksanaan Shalat Duha dan pembacaan aurad berlangsung dengan tertib dan khusyuk. Setelah seluruh rangkaian selesai, siswa kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dan aktivitas madrasah sesuai jadwal.

Dari sudut pandang siswa, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pembiasaan ibadah, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam membangun ketenangan sebelum belajar serta melatih keteraturan dan kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan bersama.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *