Talaga (KEMENAG) — Persiapan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun Pelajaran 2026/2027 mulai dimatangkan di MAN 1 Majalengka. Guru Geografi Kelas XI, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menyusun 50 instrumen soal non-eksak berbasis tiga level kognitif di Ruang Guru MAN 1 Majalengka pada Selasa (27/10/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan seluruh perangkat asesmen siap secara terencana, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran peserta didik.
Penyusunan instrumen penilaian Fase F kelas XI ini berfokus pada dua materi utama: Posisi dan Potensi Strategis Indonesia serta Keanekaragaman Hayati Indonesia. Untuk mengukur kompetensi peserta didik secara objektif dan menyeluruh, instrumen dirancang secara proporsional mengacu pada tiga tingkatan kognitif, yaitu Low, Medium, dan High. Pendekatan ini ditujukan untuk memetakan pemahaman dasar, penerapan konsep, hingga penguasaan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) peserta didik terhadap fenomena geografis Nusantara.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menyoroti pentingnya mutu dan relevansi instrumen evaluasi pembelajaran.
“Penyusunan 50 soal ASAS Geografi kelas XI ini tidak hanya berfokus pada jumlah soal, tetapi juga pada kualitas dan kesesuaiannya dengan materi yang telah dipelajari peserta didik. Saya berupaya menyusun soal dengan variasi tingkat kesulitan low, medium, hingga high agar kemampuan peserta didik dapat diukur secara lebih komprehensif, baik dalam memahami konsep maupun menganalisis fenomena geografi,” ujar Rivki.
Langkah percepatan persiapan penyusunan instrumen evaluasi ini sejalan dengan arahan pimpinan madrasah. Sebelumnya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, H. Nanang Supriatna, M.Pd., menetapkan tenggat waktu pengumpulan perangkat soal pada 11 September 2026 sebagai acuan kerja bersama seluruh tenaga pendidik.
H. Nanang Supriatna, M.Pd. menegaskan bahwa kedisiplinan jadwal dan kualitas instrumen merupakan cerminan integritas profesionalisme guru.
“Penyusunan soal asesmen merupakan bagian penting dari tanggung jawab profesional guru. Saya berharap seluruh guru dapat mempersiapkan soal secara bertahap, memperhatikan kesesuaian materi dengan capaian pembelajaran, serta memastikan kualitas instrumen penilaian. Dengan perencanaan yang baik dan kedisiplinan dalam memenuhi tenggat waktu, pelaksanaan asesmen diharapkan dapat berjalan tertib dan lancar,” tegas Nanang.
Rangkaian persiapan yang dinisiasi lebih awal ini ditujukan untuk menyambut gelaran ASAS Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung pada pekan terakhir November 2026, sekaligus meminimalisasi potensi kendala administratif maupun teknis menjelang hari pelaksanaan.
Persiapan terstruktur ini diharapkan mampu mendorong komitmen kolektif seluruh guru di lingkungan MAN 1 Majalengka untuk menyelesaikan perangkat asesmen secara tepat waktu, tertib, dan akuntabel. Melalui penyusunan soal Geografi yang komprehensif ini, instrumen yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mengukur capaian akademik semata, tetapi juga memicu nalar kritis siswa serta memperkuat komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan di MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar