Berita Daerah KUA

Perkuat Layanan Keagamaan, KUA dan MUI Jatiwangi Bedah Kitab Bidayatul Mujtahid di Masjid BSI Rest Area 166

Jatiwangi (KEMENAG) — Dalam upaya memperkuat wawasan keagamaan serta meningkatkan kualitas pelayanan Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiwangi bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatiwangi menggelar Kajian Kitab Kuning pada Rabu (07/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid BSI Rest Area 166 Tol Cipali ini berfokus pada pendalaman Kitab Bidayatul Mujtahid.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Jatiwangi, pengurus dan anggota MUI Kecamatan Jatiwangi, serta perwakilan dari instansi terkait. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan dari para tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

Perwakilan DKM Masjid BSI, Ahmad Kohar, menyampaikan apresiasi atas dipercayakannya Masjid BSI Rest Area 166 sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan kajian keagamaan ini. Semoga Masjid BSI Rest Area 166 dapat terus menjadi sarana yang bermanfaat untuk menyebarkan syiar Islam dan memperkuat wawasan keagamaan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris MUI Jatiwangi, Apip Amrullah, S.Sos., yang hadir mewakili Ketua MUI Jatiwangi, menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga keagamaan di tingkat kecamatan.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

“Sinergi antara MUI dan KUA ini sangat krusial untuk memastikan bimbingan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat berlandaskan pada pemahaman fikih yang matang dan berwawasan luas,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Jatiwangi, Nonih Suhartini, menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatkan kapasitas para penyuluh dan ulama di wilayah Jatiwangi.

“Pemerintah Kecamatan Jatiwangi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap sinergi ini dapat terus terjalin demi menciptakan ketenteraman dan keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat,” jelasnya.

Memasuki agenda inti, kajian Kitab Bidayatul Mujtahid disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Jatiwangi, K.H. Tarmidi, S.Sos., selaku narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas asas-asas fikih dan perbandingan mazhab yang terkandung dalam kitab karya ulama ternama Ibnu Rusyd tersebut.

“Melalui pemahaman perbandingan mazhab dalam Kitab Bidayatul Mujtahid, kita diajak untuk melihat perbedaan pendapat secara bijak dan rasional. Hal ini penting agar para penyuluh dan ulama memiliki cara pandang fikih yang moderat (wasathiyah) serta mampu menjawab problematika hukum Islam kontemporer yang berkembang dinamis di masyarakat,” tegas K.H. Tarmidi.

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Penyampaian materi yang komprehensif tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi mengenai berbagai problematika hukum Islam kontemporer yang sering dihadapi di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kajian ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K.H. Dede Sofyan Hadi, Pengurus MUI Kecamatan Jatiwangi yang juga menjabat sebagai Kepala MTsN 3 Majalengka.

Melalui kajian Bidayatul Mujtahid ini, diharapkan para Penyuluh Agama Islam dan jajaran pengurus MUI Kecamatan Jatiwangi memiliki pemahaman fikih yang lebih mendalam, moderat, dan komprehensif. Pemahaman ini menjadi pijakan penting dalam memberikan bimbingan hukum Islam serta solusi keagamaan yang tepat bagi masyarakat.

Sinergi berkelanjutan antara KUA dan MUI Jatiwangi ini diharapkan memberikan dampak positif secara nyata terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan Kementerian Agama, sekaligus memperkuat peran ASN dan lembaga keagamaan dalam membina kerukunan serta pemahaman keagamaan umat di wilayah Kecamatan Jatiwangi.

Kontributor: Hafiezh Aliem

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *