Berita Daerah KUA

Penyuluh Agama KUA Ligung Genjot Program Pengentasan Buta Huruf Al Qur’an

Ligung (KEMENAG) — Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca dan menulis Al Qur’an terus digencarkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung. Salah satunya melalui pembelajaran baca tulis Al Qur’an yang secara rutin dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Penyuluh Agama Islam KUA Ligung, Wanci, S.Sos., kembali melaksanakan pembelajaran baca tulis Al Qur’an di Madrasah Diniyyah Takmiliyah Ula (MDTU) Al Barokah, Desa Tegal Aren, Kecamatan Ligung, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Penyuluh Agama Islam KUA Ligung dalam mempercepat program pengentasan buta huruf Al Qur’an di wilayah Kecamatan Ligung. Pembelajaran dilakukan dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada para peserta didik agar mereka memiliki kemampuan membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

Dalam upaya mempercepat program tersebut, para Penyuluh Agama Islam KUA Ligung terus bergerak mengadakan pembelajaran baca tulis Al Qur’an di berbagai tempat. Kegiatan tidak hanya dilaksanakan di MDTU, tetapi juga menyasar majelis taklim, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), serta pondok pesantren.

Kepala KUA Ligung, H. Mahmud Ro’i, SEI., mengapresiasi langkah para Penyuluh Agama Islam yang terus hadir di tengah masyarakat melalui program pembelajaran Al Qur’an.

Panitia Pastikan Kesiapan Jelang Perkemahan

Menurutnya, kemampuan membaca Al Qur’an merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, program pengentasan buta huruf Al Qur’an harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Penyuluh Agama harus terus hadir dan mengambil peran dalam meningkatkan kemampuan masyarakat membaca Al Qur’an. Jangan hanya menunggu masyarakat datang ke KUA, tetapi kita juga harus jemput bola dengan hadir di MDTU, TPQ, majelis taklim dan pondok pesantren,” ujar Mahmud.

Ia berharap gerakan pembelajaran baca tulis Al Qur’an yang dilakukan para Penyuluh Agama dapat semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang merasa kesulitan membaca Al Qur’an. Semoga ikhtiar para Penyuluh Agama ini dapat mempercepat pengentasan buta huruf Al Qur’an sekaligus melahirkan generasi yang dekat dengan Al Qur’an, berilmu dan berakhlak,” harapnya.

Sementara itu, Wanci, S.Sos., mengatakan bahwa pembelajaran baca tulis Al Qur’an membutuhkan kesabaran, ketekunan dan kesinambungan. Menurutnya, pendampingan secara langsung sangat penting agar peserta didik dapat belajar sesuai kemampuan masing-masing.

Jaga Kesehatan dan Stamina Selama Perkemahan, MTsN 13 Majalengka Matangkan Logistik

“Pembelajaran ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai Penyuluh Agama untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk belajar membaca Al Qur’an dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkap Wanci.

Dengan kegiatan yang terus dilakukan secara konsisten di berbagai titik, Penyuluh Agama Islam KUA Ligung berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam meningkatkan literasi Al Qur’an masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Ligung yang religius, berilmu dan berakhlak.

Kontributor: Maman Sulaeman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *