Majalengka (Kemenag) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka kembali menggelar pelayanan rohani berkala bagi warga binaan beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka pada Jumat (9/10/2026). Langkah ini ditujukan untuk memperkokoh fondasi iman serta memberikan dukungan mental spiritual kepada warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan.
Ibadah yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut diawali dengan doa pembuka oleh Hendrik, S.Th., lalu dilanjutkan dengan nyanyian pujian yang dipandu oleh Bina Idola Siahaan, S.Pd. Dua orang warga binaan yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan.
Pada sesi penyampaian firman, Christiana Bonita, S.Th. membawakan renungan bertema “Mencari Yesus Bukan Sekadar Berkat-Nya” yang diangkat dari perikop Alkitab Yohanes 6:26–29. Dalam pesannya, Christiana menekankan pentingnya membangun hubungan pribadi yang tulus dengan Tuhan, bukan semata-mata mengincar pertolongan atau jawaban atas permasalahan hidup.

“Iman yang bertumbuh tidak hanya terlihat ketika seseorang menerima keberkahan, tetapi justru diuji saat mampu tetap percaya, berharap, dan setia kepada Tuhan dalam situasi tersulit sekalipun,” ujar Christiana Bonita di hadapan para warga binaan.
Ia menambahkan bahwa masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan harus dipandang sebagai momentum emas untuk merefleksikan diri dan menata arah hidup yang baru. Menurutnya, setiap individu selalu memiliki kesempatan yang sama untuk membenahi diri dan melangkah maju bersama Tuhan.
Rangkaian pembinaan karakter ini diakhiri dengan doa penutupan yang dipimpin kembali oleh Hendrik, S.Th. Dalam doanya, Hendrik memohonkan kekuatan, ketabahan, dan kedamaian bagi warga binaan selama menjalani masa pemasyarakatan, sekaligus mendoakan keselamatan keluarga mereka yang berada di rumah. Doa juga ditujukan bagi seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIB Majalengka agar senantiasa dilimpahi pengharapan tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Hendrik menyatakan bahwa kehadiran pelayanan keagamaan di dalam Lapas membawa misi sosial dan spiritual yang saling melengkapi demi menghadirkan kasih yang nyata.
“Pelayanan Penyuluh Agama Kristen bukan sekadar menyampaikan firman Tuhan, melainkan sarana nyata untuk menghadirkan kasih, penguatan, serta menumbuhkan kembali semangat hidup bagi setiap jiwa yang membutuhkan,” tutur Hendrik usai kegiatan.
Melalui pendampingan berkelanjutan ini, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Majalengka berharap pembinaan rohani di lingkungan pemasyarakatan dapat terus menjadi pilar penopang mental warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan penuh optimisme.
Kontributor: Hendrik


Komentar