Talaga (KEMENAG) — Siswa-siswi Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka mengikuti proses pembelajaran Mata Pelajaran Fikih dengan penuh antusias pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berlangsung di Ruang Kelas XII.2 mulai pukul 07.00 hingga 08.35 WIB tersebut berfokus pada penguatan materi Sumber Hukum Islam Kedua, yaitu Al-Hadits, yang dikemas melalui metode presentasi kelompok sebagai bagian dari Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Dalam sesi pembelajaran interaktif tersebut, perwakilan Kelompok Dua yang terdiri dari Nadhif Fajar Mubarok, Syifa Fitriani, dan Rani Nuraeni tampil memaparkan materi Al-Hadits secara komprehensif di hadapan rekan-rekan sekelasnya. Diskusi berlangsung aktif dengan adanya tanggapan serta pertanyaan dari peserta didik lainnya.
Usai serangkaian diskusi kelompok selesai dilaksanakan, agenda dilanjutkan dengan penguatan materi dan penyimpulan mendalam oleh Guru Mata Pelajaran Fikih MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag.

Wawan menyampaikan bahwa metode presentasi kelompok sangat efektif untuk melatih keberanian serta kemampuan siswa dalam menguasai dan menyampaikan materi. Kendati demikian, pendampingan guru tetap menjadi kunci utama agar pemahaman materi tidak melenceng dari kaidah ilmu Fikih.
“Melalui presentasi kelompok, siswa dituntut untuk menguasai dan menyampaikan materi yang ditugaskan kepada kelompoknya secara mandiri. Namun, untuk memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam, tetap diperlukan penguatan serta penjelasan tambahan dari guru, yang kemudian ditutup dengan sesi refleksi di akhir pembelajaran,” ujar Wawan.
Tujuan dari pelaksanaan pembelajaran ini adalah untuk memperkokoh pemahaman peserta didik terhadap kedudukan Al-Hadits sebagai landasan hukum Islam setelah Al-Qur’an, sekaligus membentuk karakter siswa yang aktif, kritis, dan berakhlakul karimah. Sebagai tindak lanjut, metode penguatan dan refleksi ini akan terus diterapkan pada bab-bab pembelajaran Fikih berikutnya guna memastikan kualitas penyerapan materi oleh para siswa.
Diharapkan melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif dan berbobot ini, kualitas pendidikan agama di lingkungan MAN 1 Majalengka semakin meningkat. Hal ini sekaligus mendukung upaya Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dalam memberikan pelayanan pendidikan yang unggul, moderat, dan berdampak positif bagi pencetakan generasi muda yang cerdas serta berkarakter.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar