Berita Daerah

MTsN 6 Majalengka Gelar Salat Istisqa Bersama Masyarakat

Screenshot

Kadipaten (KEMENAG) — Keluarga besar MTsN 6 Majalengka bersama masyarakat sekitar melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Kautsar, Dukuh Warung, Senin (21/09/2026). Salat tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan di tengah kondisi kekeringan yang terjadi.

Salat Istisqa diikuti Kepala MTsN 6 Majalengka Muhammad Darda, S.Ag., M.Pd., para guru, staf Tata Usaha (TU), siswa-siswi, serta masyarakat sekitar. Sejak rangkaian kegiatan dimulai, jamaah mengikuti pelaksanaan salat dan doa bersama dengan suasana khidmat.

Ustadz Amung bertindak sebagai imam Salat Istisqa. Setelah salat, jamaah melanjutkan kegiatan dengan doa bersama. Dalam doa tersebut, mereka memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup dan bermanfaat, menyuburkan tanah, memenuhi sumber-sumber air, serta memberikan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.

Bagi keluarga besar MTsN 6 Majalengka, pelaksanaan Salat Istisqa memiliki makna lebih dari sekadar pelaksanaan ibadah. Kehadiran para siswa dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenalkan cara menyikapi kondisi kekeringan melalui ikhtiar lahiriah sekaligus pendekatan spiritual.

Para siswa diajak memahami pentingnya memperbanyak istighfar, bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, serta menyadari bahwa air dan lingkungan merupakan bagian penting yang perlu dijaga. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan salat, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian, termasuk dengan menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Kajian Al-Hikam: Kedekatan kepada Allah Menjadi Sumber Nikmat Hakiki

Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhammad Darda, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar bersama sekaligus momentum untuk memperkuat ketakwaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Salat Istisqa ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi kehidupan. Kami juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan kegiatan ini sebagai pembelajaran bahwa ketika menghadapi suatu kondisi, kita tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ibadah,” ujar Darda.

Menurutnya, kondisi kekeringan juga dapat menjadi pembelajaran bagi siswa untuk lebih menghargai sumber daya alam. Kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak di bangku madrasah agar siswa memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitarnya.

“Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak semakin memahami pentingnya menjaga alam, menghemat air, dan mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan dan hujan segera turun dengan membawa kebaikan bagi kita semua,” lanjutnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Kautsar juga mempertemukan keluarga besar madrasah dengan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Guru, siswa, tenaga kependidikan, dan warga sekitar berdiri dalam satu barisan, menyatukan doa di tengah kondisi yang dirasakan bersama.

Pimpin Apel Pagi Kemenag Majalengka, Kasi PAIS Tekankan Pembentukan Karakter dan Pemahaman Tupoksi ASN

Kebersamaan tersebut sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang dapat tumbuh melalui kegiatan keagamaan. Para siswa melihat secara langsung bahwa persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat dapat menjadi perhatian bersama, sekaligus dihadapi dengan kepedulian, ikhtiar, dan doa.

Di penghujung kegiatan, seluruh jamaah kembali memanjatkan harapan agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, berkah, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Di tengah kondisi kekeringan, doa bersama itu menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta terus berikhtiar merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

editor: D.Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *