Berita Daerah

MTsN 2 Majalengka Gelar IHT Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Diikuti Peserta se-KKMTs 2 Majalengka

Jatiwangi (Kemenag) — MTsN 2 Majalengka menyelenggarakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diikuti oleh seluruh guru MTsN 2 Majalengka juga kepala madrasah dan perwakilan guru dari madrasah se-KKMTs 2 Majalengka pada hari Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik sekaligus mendukung implementasi kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan kurikulum berbasis cinta di madrasah.

Kegiatan IHT tersebut diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri atas kepala madrasah dan perwakilan guru se-KKMTs 2 Majalengka. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat para guru untuk mengikuti kegiatan yang membahas salah satu topik penting dalam pengembangan pendidikan madrasah saat ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Kehadiran Kepala Kankemenag Majalengka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas dan kompetensi pendidik di lingkungan madrasah.

Sementara itu, materi IHT disampaikan oleh Drs. H. Edi Mulyana, M.Pd. selaku pengawas Madrasah dilanjutkan oleh Dr. Hj. Emma Himayaturohmah, M.Ag., Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yang menjadi salah satu fokus Kementerian Agama dalam pengembangan pendidikan di madrasah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Hj. Laela Karmila, S.Ag. dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Amir Gupron, S.H. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala MTsN 2 Majalengka, Agus Shaleh Yahya, S.Ag., M.Pd.I.

Panitia Pastikan Kesiapan Jelang Perkemahan

Dalam sambutannya, Agus Shaleh Yahya menegaskan komitmen MTsN 2 Majalengka untuk terus meningkatkan kompetensi para guru. Menurutnya, peningkatan kompetensi pendidik memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.

“MTsN 2 Majalengka berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi guru karena hal tersebut akan berimbas pada kualitas pembelajaran. Guru yang kompeten akan menghasilkan Peserta Didik yang kompeten pula” ungkap Agus.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT tidak hanya diperuntukkan bagi guru di MTsN 2 Majalengka, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi kepala madrasah dan perwakilan guru dari madrasah se-KKMTs 2 Majalengka. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan kesamaan pemahaman dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.

Kurikulum Berbasis Cinta menjadi topik yang mendapatkan perhatian besar dari para peserta. Hal tersebut tidak terlepas dari posisinya sebagai salah satu fokus Kementerian Agama dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, kepedulian, dan pembentukan karakter peserta didik.

Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa guru memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Melalui IHT ini, para peserta diharapkan dapat memahami konsep Kurikulum Berbasis Cinta secara lebih mendalam sekaligus memperoleh bekal untuk mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di madrasah masing-masing.

Penyelenggaraan IHT di MTsN 2 Majalengka menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun budaya belajar dan peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya kapasitas guru, diharapkan kualitas pembelajaran di madrasah semakin baik dan mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Jaga Kesehatan dan Stamina Selama Perkemahan, MTsN 13 Majalengka Matangkan Logistik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *