Talaga (KEMENAG) — Penguatan kompetensi guru dan pembelajaran Ekonomi yang dekat dengan realitas kehidupan menjadi fokus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Majalengka dalam rapat koordinasi dan silaturahmi pengurus di MAN 1 Majalengka, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan pengurus MGMP Ekonomi MA dari sejumlah madrasah di Kabupaten Majalengka. Selain mempererat hubungan antarguru, kegiatan ini menjadi forum untuk menyusun program kerja yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.
Salah satu agenda yang dibahas ialah pengembangan program peningkatan kompetensi guru melalui workshop serta rencana kunjungan edukatif ke Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Peruri. Program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan guru sekaligus memperkaya materi pembelajaran dengan pengalaman dan pengetahuan yang berkaitan langsung dengan praktik ekonomi.
Guru Ekonomi MAN 3 Majalengka, Rosyidatul Awaliyah, S.Pd., yang akrab disapa Oci, menilai MGMP memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi bagi guru untuk bertukar pengalaman, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan inovasi pembelajaran.
“Melalui MGMP, guru tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga dapat saling berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi pembelajaran. Program yang dirancang diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih kontekstual bagi guru maupun peserta didik,” ungkap Oci.
Menurutnya, pembelajaran Ekonomi akan lebih bermakna apabila peserta didik tidak hanya memahami konsep melalui buku dan penjelasan di kelas, tetapi juga mengenal penerapannya dalam kehidupan nyata. Kunjungan edukatif ke lembaga ekonomi dan keuangan diharapkan dapat memperluas perspektif guru untuk menghubungkan materi pelajaran dengan perkembangan dunia ekonomi.
Penyusunan program kerja kali ini juga diarahkan agar kegiatan MGMP tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru. Workshop kompetensi dan kunjungan edukatif menjadi bagian dari upaya memperkaya metode pembelajaran serta memperkuat pemahaman guru terhadap dinamika ekonomi.
“Kami berharap MGMP Ekonomi dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang aktif dan produktif, sehingga kompetensi guru semakin berkembang dan peserta didik memperoleh pemahaman ekonomi yang kuat, kontekstual, serta mampu menghadapi perkembangan zaman,” pungkas Oci.
Melalui koordinasi tersebut, MGMP Ekonomi MA Kabupaten Majalengka diharapkan mampu membangun kerja sama yang berkelanjutan antarguru dan menghadirkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Ekonomi di madrasah.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar