Berita Daerah KUA

Memperkuat Silaturahmi dan Spirit Kebangsaan, Tokoh Masyarakat Malausma Gagas Peringatan Hari Santri 2026

Malausma (KEMENAG) — Sejumlah tokoh masyarakat mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jumat (9/10/2026). Kehadiran para tokoh tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 agar dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat setempat.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, jajaran tokoh masyarakat berdiskusi intensif dengan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, Muhammad Samsul Asy’ari, S.Hum. Pertemuan ini difokuskan pada upaya membawa nilai-nilai peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober agar tidak sekadar terpusat pada agenda tingkat kabupaten seperti di Indramayu, melainkan juga hadir meriah di tingkat kecamatan.

Perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Santri di Malausma tidak hanya menjadi momentum eksklusif bagi kalangan pesantren. Mereka merindukan sebuah gelaran yang mampu merangkul pemerintah kecamatan, unsur pendidikan, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan guna memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai keislaman dan kebangsaan.

Menanggapi aspirasi yang berkembang, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, Muhammad Samsul Asy’ari, S.Hum., menyambut terbuka gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa komunikasi serta kolaborasi aktif antara KUA dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menghidupkan kegiatan keagamaan yang membawa kemaslahatan nyata bagi umat.

“Semangat Hari Santri harus kita hidupkan bersama. Bukan hanya melalui upacara atau kegiatan seremonial, tetapi juga dengan meneladani keikhlasan, akhlak, dan pengabdian para santri dalam kehidupan sehari-hari. Semoga peringatan Hari Santri di Malausma dapat menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial,” tutur Samsul.

Apel Pagi, Kemenag Majalengka Apresiasi Prestasi Siswi Madrasah dan Matangkan Agenda Strategis

Samsul menambahkan bahwa gagasan baik ini akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor agar perencanaan acara berjalan matang. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak akan mengubah peringatan tahunan ini menjadi sarana strategis dalam mempererat silaturahmi dan memperkokoh kehidupan beragama di Malausma.

Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober sendiri merupakan penanda sejarah untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta jiwa patriotisme tersebut menjadi warisan krusial yang harus terus ditanamkan kepada generasi muda.

Melalui dialog sederhana dan kesediaan mendengarkan aspirasi warga, KUA Kecamatan Malausma optimis semangat Hari Santri 2026 dapat menjelma menjadi gerakan bersama. Sinergi ini diharapkan mampu merawat keharmonisan berbangsa, memperkuat kepedulian sosial, serta meneruskan pengabdian santri masa kini melalui ilmu dan akhlakul karimah.

Kontributor: Alif Sinta

Partisipasi Penyuluh Agama KUA Ligung dalam Pelantikan Pengurus Makom Al Bab Kabupaten Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *