Bandung (KEMENAG) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberjaya, Hj. Wiwin Asmawiyah, S.Sos.I., menghadiri Seminar Pendidikan Islam bertajuk “Literasi Keagamaan dalam Mewujudkan Keluarga Sejahtera dan Harmonis”. Kegiatan yang diselenggarakan di Mercure Bandung City Centre, Jalan Lengkong Besar No. 8, Kota Bandung, pada Selasa (13/10/2026) tersebut menghadirkan jajaran pakar dan tokoh nasional sebagai narasumber.
Seminar ini digelar sebagai langkah strategis dalam membekali para praktisi dan penyuluh keagamaan untuk merespons tantangan pengasuhan anak serta dinamika rumah tangga di era digital.
Hadir sebagai pemateri pertama, Prof. Dr. Hj. Yeni Huryani, M.Hum., memaparkan materi bertajuk “Arsitektur Keluarga: Mengubah Literasi Keagamaan Menjadi Fondasi Harmoni & Sabuk Pengaman Digital Anak”. Dalam pemaparannya, Prof. Yeni menekankan pentingnya peran nilai keagamaan yang tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga diimplementasikan sebagai pemandu dan benteng perlindungan anak dari dampak negatif teknologi.
Selanjutnya, psikolog Sofia Halida Fatma, S.Psi., M.Psi., membawakan materi “Rumah yang Menjadi Tempat Pulang: Pola Asuh & Pengelolaan Konflik Rumah Tangga Berbasis Nilai Islam”. Ia mengulas pentingnya menciptakan suasana rumah yang hangat, komunikasi yang sehat, serta manajemen konflik berbasis keteladanan Islami agar setiap anggota keluarga merasa aman dan nyaman.

Tak kalah menarik, anggota DPR RI Dr. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom., memperkenalakan program Klinik Konseling Keluarga SEHATI (Sehat, Harmonis, Tangguh, Inspiratif). Program ini dihadirkan sebagai sarana pendampingan dan solusi holistik bagi masyarakat dalam menghadapi problematika ketahanan keluarga.
Kegiatan ini dilengkapi dengan paparan dari Dr. Fitriyani Kosasih, S.Pd.I., M.Pd.I., yang membedah Program Prioritas dan Rencana Kerja Pokja II Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat dalam mendukung kesejahteraan keluarga secara terpadu.
Penyuluh Agama KUA Sumberjaya, Wiwin Asmawiyah menyambut baik dan mengapresiasi penuh penyelenggaraan seminar ini. Menurutnya, materi yang disampaikan para pakar sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini.
“Kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat mendalam dan praktis bagi kami di lapangan. Literasi keagamaan tidak boleh berhenti di mimbar saja, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam pola asuh harian dan penguatan mental keluarga. Ilmu yang didapatkan hari ini menjadi modal berharga untuk kami sosialisasikan kembali kepada masyarakat di Kecamatan Sumberjaya agar terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujar Wiwin.
Melalui keikutsertaan dalam seminar ini, diharapkan sinergi antara penyuluh agama, praktisi psikologi, pemerintah, dan lembaga kemasyarakatan dapat terus terjalin erat demi memperkokoh ketahanan keluarga di Jawa Barat.
Kontributor : Eki Kurniawan


Komentar