Berita Daerah KUA

Maghrib Mengaji, Ikhtiar Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an, Penyuluh Agama Terdepan

Ligung ( KEMENAG ) – Dalam rangka mempercepat pengentasan buta huruf Al-Qur’an di wilayah binaannya, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ligung terus menghidupkan gerakan Maghrib Mengaji di tengah masyarakat. Salah satunya dilaksanakan di Musholla Hidayatul Mubtadi’in, Desa Kertasari, Kecamatan Ligung, Rabu malam (7/10/2026).

Kegiatan Maghrib Mengaji tersebut dipandu oleh Kin-Kin Siti Sakinah, S.Kom.I, Penyuluh Agama Islam KUA Ligung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Penyuluh Agama dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Kin-Kin mengatakan, gerakan Maghrib Mengaji perlu terus digalakkan karena kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan salah satu fondasi penting bagi generasi Muslim.

Ia juga mengajak para ustadz dan ustadzah di setiap lingkungan untuk tidak berhenti memberikan pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak maupun masyarakat.

“Jangan pernah berhenti mengajarkan baca tulis Al-Qur’an di lingkungan masing-masing. Generasi Muslim ke depan harus dipersiapkan dari sekarang, dan salah satu bekalnya adalah kemampuan membaca serta memahami Al-Qur’an,” ungkapnya.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Supervisor MAN 1 Majalengka Gelar Supervisi Guru PKN

Menurutnya, keberadaan para guru ngaji, ustadz dan ustadzah di lingkungan masyarakat memiliki peran yang sangat strategis. Mereka tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Ligung, H. Mahmud Ro’i, SEI., memberikan apresiasi terhadap konsistensi Penyuluh Agama dalam menghidupkan Maghrib Mengaji di berbagai lingkungan masyarakat.

“Maghrib Mengaji merupakan ikhtiar yang sangat baik dalam mendukung percepatan pengentasan buta huruf Al-Qur’an. Penyuluh Agama harus terus hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan para ustadz, ustadzah, DKM, tokoh agama dan orang tua,” tutur H. Mahmud.

Ia berharap gerakan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan semakin meluas di seluruh desa di Kecamatan Ligung.

“Kami berharap dari gerakan Maghrib Mengaji ini lahir generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. KUA Ligung akan terus mendorong para Penyuluh Agama untuk hadir memberikan manfaat dan pelayanan keagamaan secara langsung kepada masyarakat,” harapnya.

Perkuat Mental ASN, Kasi PAIS Kemenag Majalengka Hadiri Pengajian dan Belajar Bahasa Arab Se-Jabar

Gerakan Maghrib Mengaji diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama antara KUA, Penyuluh Agama, pemerintah desa, lembaga pendidikan keagamaan, para guru ngaji dan keluarga dalam membangun generasi Qur’ani di Kecamatan Ligung.

Dengan kolaborasi dan kepedulian semua pihak, pengentasan buta huruf Al-Qur’an diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan berkelanjutan.

Kontributor: Maman Sulaeman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *