Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.7 MAN 2 Majalengka mendalami tradisi aturan imah (tata cara dan aturan membangun rumah) masyarakat Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, melalui metode presentasi dan diskusi interaktif dalam mata pelajaran Bahasa Sunda, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan pembelajaran yang dipandu oleh guru Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., ini diawali dengan penyampaian hasil penelusuran materi oleh kelompok murid, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab guna memperdalam pemahaman seluruh peserta didik.
Kampung Adat Kuta dikenal sebagai salah satu komunitas adat di Kabupaten Ciamis yang memegang teguh berbagai tradisi dan tata tertib kehidupan. Salah satu bentuk kearifan lokal yang menonjol adalah aturan imah, yang mengatur tata cara, bentuk fisik, pemilihan bahan bangunan, hingga nilai-nilai filosofis yang dijunjung tinggi masyarakat setempat.
Melalui pembelajaran tersebut, para murid memahami bahwa aturan imah tidak sekadar mengatur konstruksi fisik bangunan, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, norma, dan pandangan hidup masyarakat adat. Ketentuan yang diwariskan secara turun-temurun ini menjadi pedoman penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan.
Reni Tania Nurmala menjelaskan bahwa kombinasi metode presentasi dan diskusi tanya jawab sengaja diterapkan untuk melatih serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis murid.
“Melalui presentasi dan tanya jawab, murid tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga belajar mendengarkan, bertanya, memberikan tanggapan, dan menghargai pendapat orang lain. Hal tersebut sangat penting untuk memahami makna sebuah tradisi secara lebih mendalam,” ujar Reni.
Lebih lanjut, Reni berharap pengenalan tradisi Kampung Adat Kuta dapat menumbuhkan kepedulian serta kebanggaan murid terhadap keberadaan budaya lokal.
“Saya berharap murid semakin mengenal kekayaan budaya Sunda dan memahami bahwa aturan adat merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dihargai dan dipelajari. Dengan mengenalnya, tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga warisan budaya,” tambahnya.
Melalui ruang ruang diskusi dan presentasi ini, pembelajaran Bahasa Sunda di kelas XII.7 MAN 2 Majalengka diharapkan mampu mendorong para murid untuk semakin menghargai keberagaman budaya sekaligus aktif melestarikan warisan tradisi Sunda di masa depan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar