Berita Daerah MAN

Lestarikan Budaya Sunda, Murid Kelas X-5 MAN 2 Majalengka Dalami Tatakrama Sunda

Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X-5 MAN 2 Majalengka mendalami materi Tatakrama Sunda dalam pembelajaran Bahasa Sunda pada Rabu (14/10/2026) yang dipandu oleh Reni Tania Nurmala, S.Pd. Pembelajaran ini bertujuan menumbuhkan pemahaman siswa tentang tata cara berbahasa dan bersikap sesuai nilai kesopanan dalam budaya Sunda.

Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari pentingnya tatakrama sebagai pedoman dalam berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Penggunaan bahasa yang santun, pemilihan kata yang tepat, serta sikap hormat kepada orang lain menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis.

Materi ini juga mengajak siswa memahami bahwa tatakrama Sunda bukan sekadar aturan berbicara, melainkan cerminan penghargaan terhadap lawan bicara. Penerapannya dapat terlihat melalui pilihan bahasa, intonasi, sikap tubuh, dan cara menyampaikan pendapat dengan tetap memperhatikan situasi serta lawan bicara.

Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kesopanan dalam kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan keterampilan berbahasa, pemahaman tatakrama juga melatih kepekaan sosial, rasa hormat, dan kesadaran untuk menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Reni menekankan pentingnya mengenalkan tatakrama Sunda kepada generasi muda agar nilai kesantunan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Seksi Pendidikan Madrasah Evaluasi Penggunaan Dana BOS di Empat Madrasah

“Melalui pembelajaran Tatakrama Sunda, siswa diharapkan tidak hanya memahami aturan berbahasa yang santun, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penghormatan kepada sesama dan pelestarian budaya Sunda,” ujar Reni 

Pembelajaran Bahasa Sunda di MAN 2 Majalengka menjadi salah satu upaya menanamkan karakter santun sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan memahami dan menerapkan tatakrama, murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, menghargai sesama, serta mampu menjaga identitas lokal di tengah perkembangan zaman.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *