Berita Daerah

Kuasai Tiga Bahasa, MTsN 12 Majalengka Rutinkan Pembiasaan Bilingual Usai Salat Duha

Rajagaluh [KEMENAG] – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka terus berinovasi dalam mencetak generasi berwawasan global. Pada Selasa (1/9/2026), seluruh siswa-siswi kembali berkumpul di lapangan utama madrasah untuk mengikuti rutinitas pembiasaan Bilingual yang secara interaktif menampilkan perpaduan tiga bahasa utama: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.

Sinergi Spiritual dan Kecakapan Linguistik

Program peningkatan kecakapan komunikasi ini bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri. Telah bergulir secara konsisten selama beberapa minggu terakhir, pembiasaan bilingual ini dilaksanakan tepat setelah para siswa merampungkan agenda spiritual pagi, yakni mengaji bersama dan pelaksanaan salat Duha berjemaah. Pendekatan terpadu ini sengaja dirancang agar kecerdasan intelektual peserta didik senantiasa beriringan dengan penguatan karakter islami.

Di tengah lapangan, para siswa secara bergantian melatih keberanian berbicara dan melafalkan kosakata baru. Penggunaan bahasa Indonesia ditekankan sebagai penguat identitas nasional, sementara bahasa Inggris dan bahasa Arab dipraktikkan sebagai instrumen vital untuk menembus batas komunikasi global dan mendalami literatur keagamaan.

Pesan Pembimbing dan Rekomendasi Berlatih

Panitia Pastikan Kesiapan Jelang Perkemahan

Bertindak selaku pembimbing kegiatan, Aan Ikhwanul Muslimah, S.Pd.I., tampak antusias memandu jalannya pembiasaan. Ia menuturkan bahwa penguasaan bahasa asing di era modern adalah keharusan mutlak bagi generasi madrasah agar kelak mampu bersaing secara kompetitif.

“Alhamdulillah, progres anak-anak selama beberapa minggu ini sangat menggembirakan. Keberanian mereka untuk tampil dan berbicara dalam bahasa Inggris maupun Arab mulai terbangun dengan baik,” ujar Aan memberikan apresiasinya di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia memberikan rekomendasi penting agar kemampuan linguistik tersebut terus terasah. “Ibu sangat merekomendasikan agar praktik tiga bahasa ini tidak berhenti di lapangan madrasah saja. Biasakanlah menyelipkan kosakata bahasa asing saat mengobrol ringan dengan teman di jam istirahat, atau saat membaca buku di rumah. Bahasa itu tentang kebiasaan, semakin sering diucapkan, maka lidah kalian akan semakin fasih dan natural,” pesannya memotivasi.

Langkah progresif yang diusung oleh MTsN 12 Majalengka ini membuktikan bahwa pendidikan madrasah mampu bertransformasi secara modern tanpa menanggalkan akar religiusitasnya. Melalui perpaduan apik antara lantunan doa dan penguasaan bahasa dunia, madrasah optimis mampu melahirkan generasi emas yang holistik—pelajar yang tidak hanya menundukkan pandangan dalam kekhusyukan ibadah, tetapi juga berani menatap tajam tantangan global. Teruslah berlatih, wujudkan tunas madrasah yang hebat, bermartabat, dan mendunia!

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Jaga Kesehatan dan Stamina Selama Perkemahan, MTsN 13 Majalengka Matangkan Logistik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *