Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.4 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila (PP) materi aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui metode monolog galeri artefak pada Rabu (7/10/2026). Pembelajaran inovatif tersebut dibimbing langsung oleh guru pengampu, Rahayu Suzi Septiani, S.Pd.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, para murid membawa berbagai benda atau artefak yang berkaitan erat dengan nilai-nilai dari setiap sila Pancasila. Benda-benda tersebut dijadikan media konkret bagi murid untuk menjelaskan penerapan nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial dalam lingkungan keluarga, madrasah, maupun masyarakat.
Metode monolog galeri artefak memberikan ruang bagi murid untuk mempresentasikan makna benda yang dibawanya sekaligus mengaitkannya dengan nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari. Pendekatan ini terbukti mendorong keberanian murid dalam menyampaikan gagasan serta memahami bahwa Pancasila bukan sekadar konsep teori untuk dihafalkan, melainkan diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
Guru pengampu Pendidikan Pancasila, Rahayu Suzi Septiani, S.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan artefak menjadikan pembelajaran terasa lebih dekat dan relevan dengan kehidupan murid.
“Melalui galeri artefak, murid tidak hanya menghafal sila-sila Pancasila, tetapi juga belajar menemukan dan menjelaskan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai Pancasila dapat dipahami dan diaktualisasikan melalui tindakan nyata,” ujar Rahayu.
Melalui metode pembelajaran ini, murid tidak hanya memperkuat pemahaman materi dan pengamalan Pancasila, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi dengan efektif, serta percaya diri saat menyampaikan gagasan di hadapan publik.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar